TUGAS BIOKIMIA KLINIK

 

  1. Anaerobik glikolisis pada mamalia (manusia) tidak hanya menghasilkan asam laktat tetapi juga 2 molekul ATP untuk 1 molekul glukosa (B/S).

Jawaban : Benar.

Alasan     : karena pada kondisi glikolisis anaerobik tidak menggunakan oksigen akibat keadaan dalam sel kurang oksigen seperti sel darah merah atau eritrosit yang merupakan sel yang miskin mitokondria (Firani, N.K. 2017). Berikut persamaan akir untuk glikolisis anaerobik :

Glukosa + 2 ADP + 2 Pi           2 Laktat + 2 ATP + 2 H2O+ 2 H+

(Marks, D.B. et.al. 2000)

dimana NADH dari proses glikolisis dioksidasi kembali melalui reaksi konveris piruvat menjadi asam laktat oleh enzim asam laktat dehydrogenase sehingga energi yang diasilkan  lebih renda dibanding glikolisis aerobik yaitu 2 molekul ATP (Firani, N.K. 2017).  Selain itu, Jumlah ATP yang dapat dihasilkan oleh proses glikolisis ini akan berbeda bergantung berdasarkan asal molekul glukosa. Jika molekul glukosa berasal dari dalam darah maka 2 buah ATP akan dihasilkan namun jika molekul glukosa berasal dari glikogen otot maka sebanyak 3 buah ATP akan dapat dihasilkan sehingga pada kondisi glikolisis anaerobik yang terbentuk hanyalah 2 ATP untuk satu molekul glukosa (Irawan, 2007).

  1. Asam laktat yang dihasilkan menyebabkan timbulnya rasa sakit (burning) dalam otot setelah lama berolahraga (B/S).

Jawaban : Benar.

Alasan     : karena produk sampingan hasil metabolisme anaerobik ialah asam laktat yang jika terakumulasi akan mengambat kontraksi otot sehingga timbul rasa nyeri pada otot pada orang yang tidak secara kontinu melakukan olaraga (Irawan, 2007).

  1. Prekursor glukoneogenesis utamanya berasal dari asam amino, tapi dapat juga berasal dari laktat dan gliserol (B/S)

Jawaban : Benar.

Alasan     : karena prekursor utama glikoneogenesis selain asam amino, ada juga berasal dari laktat dan gliserol (Marks, D.B. et.al. 2000). Alanin (asam amino) dapat diubah menjadi glukosa setelah terlebih dahulu diubah manjadi piruvat atau senyawa antara yang lain. Begitupun dengan ssam laktat, hasil oksidasi anaerob ini dapat diubah manjadi glukosa setelah diubah menjadi oksaloasetat di dalam mitokondria. Sementara gliserol hasil metabolisme lemak, diubah menjadi glukosa setelah terlebih dahulu diubah menjadi glisrol 3 fosfat kemudian menjadi dihidroksi aseton fosfat (Kusmiyati, 2016).

(Marks, D.B. et.al. 2000)

  1. Proses glukoneogenesis melibatkan siklus krebs untuk menghasilkan asam oksaloasetat (oxaloacetate acid) dan malat (malate) (B/S).

Jawaban : Benar

Alasan     : karena berdasarkan pada gambar nomor 3, proses glikoneogenesis, oksaloasetat  dihasilkan dari piruvat karboksilase atau dari asam amino yang membentuk zat antara pada siklus kreb (siklus asan trikarboksilat) ysng tidak mudah menembus membran mitokondria. Oksaloasetat mengalami dekarboksilasi menjadi fosfornolpiruvat karboksikinase mitokondria atau diubah menjadi malat atau aspartat seperti pada gambar dibawah ini (Marks, D.B. et.al. 2000).

  1. Setelah membentuk piruvat, tahap glukoneogenesis pada dasarnya merupakan kebalikan dari tahap-tahap  glikolisis dan melibatkan enzim-enzim yang sama (B/S)

Jawaban : Salah.

Alasan     : karena pada proses glukoneogenesis berlangsung melalui suatu jalur yang merupakan kebalikan dari tahapan glikolisis, tetapi tidak semua langkahnya misalnya pada glikolisis, fosfoenolpiruvat diuba menjadi piruvat ole piruvat kinasae, namun pada glikoneogenesis diperlukasn serangkaian langkah untuk menyelesaikan kebalikan reaksi seperti gambar yang ada pada nomor 4 (Marks, D.B. et.al. 2000). Selain itu, glikolisis merupakan reaksi yang menghasilkan energi sementara glukoneogenesis merupakan reaksi yang membutuhkan energi (Kusmiyati, 2016).

  1. Glikogenesis adalah proses pemanfaatan glikogen menjadi sumber energi (B/S).

Jawaban : Salah.

Alasan     : karena glikogenesis adalah proses biosintesis glikogen dari glukosa secara enzimatik yangberjalan secara spontan namun bertahap. Berikut tahapannya (Somardjo, D. 2009).

(Somardjo, D. 2009)

  1. Sebelum menghasilkan ATP, glikogen difosforilase menjadi glukosa-1-fosfat yang kemudian diubah menjadi glukosa-6-fosfat untuk bisa diproses dalam glikolisis (B/S)

Jawaban : Benar.

Alasan     : Karena pada proses glikogenesis, reaksi diawadi dengan proses fosforilasi glukosa menjadi glukosa-6-fosfat dengan bantuan enzim glukokinase. Selanjutnya, glukosa-6-fosfat diuba menjadi isomernya yaitu glukosa-1-fosfat dibawah pengaruh enzim fosfoglukomutase (Somardjo, D. 2009)

Reaksi ketiga adala reaksi antara glukosa-1-fosfat dan uridin trifosfat (UTO) dengan bantuan enzim UTP uridil transferase menjadi uridin difosfat glukosa (UDPD). Selanjutnya, UDPG diubah menjadi glikogen melalui beberapa reaksi enzimatik (Somardjo, D. 2009)

  1. Metabolisme karbohidrat melibatkan fungsi hormon, dimana hormon insulin dapat menghambat proses glikogenesis sedangkan hormon glukagon menghambat proses glikogenolisis (B/S).

Jawaban : Salah.

Alasan     : karena dalam metabolisme karbohidrat terdapat dua hormon utama yang secara terus menerus berfluktuasi sebagai respon terhadap pola makan sehari-hari yaitu insulin dan glukagon. Kedua hormon ini memiliki cara kerja yang saling berlawanan. Insulin berperan dalam mendorong penyimpanan zat gizi, penyimpanan glukosa sebagai glikogen (glikogenesis) di hati dan otot, perubahan glukosa menjadi triasigliserol di hati dan penyimpanan di jaringan adiposa, serta penyerapan asam amino dan sintesis protein di hati, dan pada saat yang sama bekerja menghambat mobilisasi bahan bakar. Sementara glukagon berperan dalam mempertahankan ketersediaan bahan bakar apabila tidak tersedia glukosa makan dengan merangsang pelepasan dari glikogen hati ,dengan merangsang glukoneogenesis dari laktat, gliserol dan asam amino, dan beradiposa sebagai sumber bahan  bakar alternatif (Marks, D.B. et.al. 2000).

(Marks, D.B. et.al. 2000).

  1. Selain insulin dan glukagon,  epinefrin juga terlibat dalam regulasi metabolisme karbohidrat (B/S).

Jawaban : Benar.

Alasan     : karena epinefrin juga merupakan hormone yang berfungsi memobilisasi bahan bakar selama stress akut yang akan merangsang produksi glukosa dari glikogen (otot dan ati) serta merangasang pelepasan asam lemak dari jaringan adiposa seperti gambar pada no 8 (Marks, D.B. et.al. 2000).


 

DAFTAR PUSTAKA

Firani, N.K. 2017. Metabolisme Karbohidrat : Tinjauan Biokimia dan Patologis. Malang : Universitas Brawijaya Press.

Irawan, M. Anwari. 2007. Metabolisme Energi Tubuh & Olahraga. Polton Sports Science & Performance Lab. Volume 01 (2007) No.07.

Kusmiyati, Mimin. 2016. Praktikum Kimia Farmasi. Jakarta Selatan: Kementerian Kesehatan RI Pusat Pendidikan Sumber Daya Manusia Kesehatan Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan.

Marks, D.B. et.al. 2000. Biokimia Kedokteran Dasar. Jakarta : ECG.

Somardjo, D. 2009. Pengantar Kimia : Buku Panduan Kuliah Mahasiswa Kedokteran dan Program Strata Fakultas Bioeksakta. Jakarta : ECG.

0 Response to "TUGAS BIOKIMIA KLINIK"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel