PENGEMBANGAN VALIDASI METODE ANALISIS

 

SOAL

1.       Jelaskan apa yang anda ketahui tentang  "Ratio Substraction Method"

2.       Jelaskan apa yang anda ketahui tentang "Isoabsorptive point method"

3.       Mengapa kedua metode pada no. 1 dan 2 dapat digunakan untuk menentukan kadar senyawa obat secara simultan?

4.       Jenis-jenis parameter validasi yang manakah yang diobservasi pada paper yang diberikan? serta berapa nilai masing2? dan bandingkan dengan ketentuan yang berlaku

5.       Jika pada penelitian yang dipaparkan dalam paper tersebut akan diteliti "robustness" dan "ruggedness", jenis variabel apakah yang sebaiknya ditambahkan dan bagaimana gambaran percobaannya

JAWABAN

1.       Ratio substraction method merupakan salah satu metode spektoformetri yang digunakan dalam untuk meganalisis dua atau lebih campuran obat secara bersamaan tanpa harus melakukan pemisahan, mudah diterapkan pada analisis rutin dan tanpa perlu dilakukan derivatisasi terlebih dahulu dengan tujuan memainkan peranan penting dalam memecahkan spektrum tumpang tindih antara dua atau lebih campuran obat (1) (2). Dalam penentuan senyawa ambroxol HCl (AMB) pada sediaan Ambrodoxy® Kapsul yang mengandung AMB dan Doxycycline (DOX), ratio sustraction method  digunakan untuk menghilangkan spektrum DOX (3).

2.       Isoabsorptive point method adalah metode yang digunakan untuk menentukan konsentrasi campuran total, dimana metode ini sangat mudah dan sederhana karena bergantung pada spektrum absorpsi nol tanpa perlu pemroresasn ekstra (3).

3.       Ratio substraction method dan Isoabsorptive point method dapat digunakan dalam menentukan kadar senyawa secara simultan karena kedua metode dalam instrument spektrofotometri ini dapat mengatasi kekurangan pada instrument lain untuk menentukan kadar senyawa secara simultan seperti terjadinya tumpeng tindih senyawa tanpa pemisahan terlebih dahulu, penggunaanya lebih efisien  sederhana, serta akurat (4). Selain itu, keterkaitan kedua metode ini sangat sederhana untuk dilakukan, misalnya pada sediaan kapsul Ambrodoxy® yang telah diperoleh absorbansinya pada titik isoabsorbansi dipilih dalam spektrum serapan orde nol, sehingga kandungan total DOX dan AMB dalam campuran dapat dihitung karenanya konsentrasi DOX dihitung dengan subtraction konsentasi AMB (3) (5).

4.       Jenis parameter validasi yang diobservasi pada paper jurnal “Novel Ratio Subtraction and Isoabsorptive Point Methods for Determination of Ambroxol Hydrochloride and Doxycycline in their Combined Dosage Form: Development and Validation” ialah sebagai berikut

-          Linearitas              : merupakan kemampuan suatu metode untuk memproleh hasil-hasil uji secara langsung proporsional dengan konsentrasi analit pada kisaran yang diberikan. Linearitas dapatberupa ukuran seberapa baiknya kurva kalibrasi yang menghubungkan antara respon (y) dengan konsentrasi (x). data yang diperoleh pad uji linearitas ini akan diproses dengan metode kuadrat kecil, yang kemudian dapat ditentukan nilai kemiringan (slope), intersep dan koefisien kolerasi (6). Pada paper jurnal, nilai linearitas yang diperoleh pada AMB dan DOX baik, dimana kolerasi linear antara absorbansi dan konsentrasi AMB dan DOX yang masing-masing diperoleh dalam kisaran 6-40 dan 4-32 µg/mL. Adapun slope masing-masing yang diperoleh ialah 0,0261 dan 0,0245, serta intersep masing-masing 0,0144 dan 0,0005 (3). Berdasarkan Pustaka, metode validalasi harus menunjukkan linearitas yang diharapkan, dimana linearitas harus diukur dan dilaporkan sebagai suatu factor respon pada kisaran pengukuran-pengukuran yang diharapkan (6).

-          Sensitivitas           : merupakan slop dari kurva kalibrasi yang memplot antara respon suatu analit dengan kadar analit untuk membedakan variasi kecil dari konsentrasi massa dalam analit misalnya LOD dan LOQ. Pada paper jurnal, dikatakan metode validasi yang dilakukan sensitive karena nilai LOD dan LOQ yang diperoleh rendah (3).

-          Repeatability        : atau pengulangan merupakan presisi intra assay. pada peper jurnal, pemulihan rata-rata yang diperoleh sekitar 100% dalam rangkap tiga pada 3 hari berturut-turut dan RSF yang diperoleh masing-masing <1,6% yang menunjukkan akurasi dan presisi yang  tinggi pada metode validasi yang dilakukan (3). Berdasarkan Pustaka, repeatability antar pengujian harus memiliki nilai RSD respon ≤2% (6).

-          Range                    : atau kisaran metode yang digunakan harus dapat ditentukan dari uji akurasi, linearitas, dan presisi dengan syarat-syarat yang disebut pada semua kisaran level (6).

-          Akurasi                  : atau ketepatan merupakan ketelitian metode analisis atau kedekatan antara nilai terukur dengan dengan nilai sebenarnya atau nilai rujukan. Pada paper jurnal, nilai akurasi yang diperoleh ialah .Berdasarkan Pustaka, rata-rata perolehan Kembali (recovery) analit harus antara 99-101% pada tiap level (6).

-          Spesifitas              : merupakan kemampuan untuk mengukur analit yang ditujukan secara tepat dan spesifik dengan adanya kompnen-komponen lain dalam matriks sampel seperti ketidakmurnian, produk degradasi dan komponen matriks. Adapun komponen utamanya yaitu injeksi sampel yang mengandung analit dan semua senyawa terkait analit atau sampel dan bahan-ahan tambahan lainnya harus dipisahkan dari puncak analit dengan resolusi (Rs) ≥ 2, kemudian tidak ada bukti munculnya senyawa lain pada puncak analit senyawa obat, ataupun senyawa tambahan (6). Pada paper jurnal, spesifitas yang diperoleh berada dalam batas yang dapat diterima yaitu dengan RSD AMB dan DOX masing-masing 1,144 dan 0,949 sehingga nilai RSD yang rendah ini yang diperoleh menujukkan spesifisitas yang tinggi (3).

5.       Jenis variable yang sebaiknya ditambahkan dalam paper jurnal “Novel Ratio Subtraction and Isoabsorptive Point Methods for Determination of Ambroxol Hydrochloride and Doxycycline in their Combined Dosage Form: Development and Validation” jika akan diteliti “robustness” dan “ruggedness” ialah pH, suhu, persentase pelarut organik, kekuatan ionic dan lain sebagainya. Adapun gambarannya sebagai berikut.

-          Ruggedness (Kekasaran) : larutan baku senyawa obat (AMB dan DOX) dengan matriksnya harus dianalisis secara sistematis dengan memvariasikan kondisi-kondisi operasional. Nilai terukur senyawa obat dan pengaruh-pengaruh pada akurasi, presisi dan faktor-faktor pemisahan yang harus dicatat (6).

-          Robustness (Ketahanan) : parameter-parameter pemisahan yang telah disebutkan sedikit diubah meliputi persentase pelarut organik (±2 sampai 5%), kemiringan  gradien yang digunakan (dengan 2 sampai 5%), konsistensi bahan-bahan tambahan (6).

 


6.      

DAFTAR PUSTAKA

(1)    Bachri, M., et.al. Quantitative Estimation of Anti Hypertension Combination by Ratio Substraction Spectrophotometry Method. Macedonian Journal of Medical Science. 2019. Vol 7 (17) : Hal 290-2946. DOI : https://doi.org/10.3889/oamjms.2019.750

(2)    Mm, Hassauna dan Mohamed MA. Novel and facile spectrophotometric techniques for the determination of sofosbuvir and ledipasvir in their tablet dosage form. Journal of Analytical & Pharmaceutical Research. 2018. Vol.7 Issue 2. DOI : 10.15406/japlr.2018.07.00207  

(3)    Darwish, H.W. et.al. Novel Ratio Subtraction and Isoabsorptive Point Methods for Determination of Ambroxol Hydrochloride and Doxycycline in their Combined Dosage Form: Development and Validation. Tropical Journal of Pharmsceutical Research January. 2015. Vol. 14 (1). Hal. 133-140. DOI :  http://dx.doi.org/10.4314/tjpr.v14i1.19

(4)    Hadad GM, El-Gindy A, Mahmoud WM. HPLC and Chemometrics-Assisted UV-Spectroscopy Methods For The Simultaneous Determination of Ambroxol and Doxycycline in Capsule. Spectrochim Acta A Mol Biomol Spectrosc. 2008. Vol. 70 (3): 655-663. DOI: 10.1016/j.saa.2007.08.016

(5)    Darwish, H.W. et.al. Comparative Study of Novel Ratio Spectra and Isoabsorptive Point Based Spectrophotometric Methods: Application on a Binary Mixture of Ascorbic Acid and Rutin. Journal of nalutical Methodhs in Chemistry. Vol. 2016. DOI : http://dx.doi.org/10.1155/2016/2828647

(6)    Gandjar, Ibnu Ghalib. Kimia Farmasi Analisis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 2008.

0 Response to "PENGEMBANGAN VALIDASI METODE ANALISIS"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel