Mekanisme toksisitas MgSO4

Cara kerja mgSO4 pada preklamsia

MgSO4 bekerja sebagai penghambat reseptor N-metil-D-Aspartat (NMDA). Reseptor NMDA Ketika bertemu dengan glutamate akan menyebabkan kejang sehingga MgSo4 ini akan bekerja dengan menghambat reseptor NMDA sehingga kejang dapat dihentikan.

 

MgSO4 merupakan lini pertama yang dipilih untuk pengecegahan dan pengendalian kejang pada pasiaen preeklamsia berat ataupun eklampsia. Dosis awal MgSO4 diberikan secara IV infus 4 – 6 g  selama 20 menit diikuti dengan infus kontinu 2 g/jam. Magnesium diekskresikan melalui urin.

 

2.      Toksisitas MgSO4 dan kaitannya pada pasien ginjal

MgSO4 ini diekskresikan melalui urin, dan tentunya pada pasien gangguan funsgi ginjal dapat mempengaruhi kadar magnesium dalam serum. Kisaran konsentrasi Mg dalam serum ialah 4 – 8 mg/dL. Konsentrasi magnesium serum yang lebih tinggi dapat memicu efek samping seperti hilangnya refleks tendon (pada konsentrasi >12 mg/dL), depresi pernafasan (pada konsentrasi >14 mg/dL), kelumpuhan otot dan henti napas (pada konsentrasi 15–17). mg/dL), dan henti jantung ibu (pada konsentrasi 30-35 mg/dL).

McCoy, S. and Baldwin, K. 2009. Clinical review :Pharmacotherapeutic options for the treatment of preeclampsia. Am J Health-Syst Pharm : 66.

0 Response to "Mekanisme toksisitas MgSO4"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel