PENGEMBANGAN VALIDASI METODE ANALISIS
Pada jurnal “Development and Validation of a Stability-Indicating HPLC Method for the Simultaneous Determination of Sulfadiazine Sodium and Trimethoprim in Injectable Solution Formulation”, identifikasi obat sulfonidiazine dilakukan dengan menggunakan metode RP-HPLC (Reverse Phase High Perfomance Liquid Chromatography) yaitu fase diamnya bersifat nonpolar dan fase geraknya polar (1). Suatu senyawa yang dianalisis pada HPLC harus memiliki gugus kromor karena detektor UV sangat kurang sensitif terhadap senyawa-senyawa nonpolar dan tidak memiliki gugus kromofor. Gugus krofomor merupakan molekul atau bagian molekul yang mengabsorbsi sinar dengankuat di daerah UV-Vis seperti heksana, aseton, asetilen, benzen, karbonil, karbondioksida, karbonmonoksida, dan gas nitrogen, sedangkan gugus auksokron merupakan gugus fungsi yang mengandung pasangan elektron bebas berikatan kovalen tunggal yang terikat pada gugus kromofor yang nantinya akan mengintensifkan absorbansi sinar UV-Vis pada gugus kromofor, baik panjang gelombang maupun intensitasnya misalnya gugus hidroksi, amina, halida dan alkoksi (2)(3).

Gambar
1. Rumus umum sulfonamid
Obat golongan sulfonamid umumnya memiliki gugus amin dan gugus sulfonamid yang terletak pada kedudukan para satu sama lain, dan R1 maupun R2 merupakan atom hidrogen, sedangkan R3 merupakan gugus yang berbeda seperti pada gambar 1. Metode analisis obat golongan sulfonamid biasanya didasarkan pada gugus amin aromatis primer atau hidrogen asam dalam molekunya. Adapun sa;sj sayi contoh obat golongan sulfonamid ialah sulfadiazine (4).

Gambar
2. Rumus struktur sulfadiazine
Sulfadiazine atau 4-amino-N-pyrimidin-2-yl-benzenesulfonamide
memilki gugus amin dan gugus sulfonamide dengan kedudukan para satu sama lain,
dimana R1 dan R2 merupakan atom hidrogen, dan R3
merupakan pyrimidine (5). Gugus kromofor untuk semua obat golongan sulfonamid
semuanya hampir sama, gugus kromofor dari sulfadiazine yaitu p-anilin
sulfonat yang mengandung benzene dan gugus ausokromnya ialah amina (4). Sehingga
dalam analisis sulfonamid menggunakan HPLC, benzene yang berperan sebagai gugus
kromofor yang nantinya pertama kali akan dideteksi kemudian amina yang berperan
sebagai gugus auksokrom akan memperjelas panjang gelombang dengan meningkatkan
intensitas dari senyawa sulfadiazine.
DAFTAR PUSTAKA
(1)
Ghane,
Mashhour M. dan Abu-Lafi, Saleh A. Development and Validation of a
Stability-Indicating HPLC Method for the Simultaneous Determination of
Sulfadiazine Sodium and Trimethoprim in Injectable Solution Formulation. Journal
Sci Pharm. 2013. Vol 81 : 167-182.
(2)
Susanti,
M. dan Dachriyanus. Kromatografi Cair Kinerja Tinggi. Padang: LPTIK
Uinversitas Andalas. 2018.
(3)
Suhartati,
T. Dasar-Dasar Spektrofotometri UV-Vis dan Spektrofotometer Massa untuk
Penentuan Struktur Senyawa Organik. Lampung : Penerbit Aura.2013.
(4)
Sudjaji
dan Rohma, A. Analisis Kuantitatif Obat. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.
2018.
0 Response to "PENGEMBANGAN VALIDASI METODE ANALISIS"
Post a Comment