PENGEMBANGAN VALIDASI METODE ANALISIS : KETANGGUHAN, KEKASARAN, STABILITAS, PRESISI, PRESISI REPEATABILITAS, PRESISI INTERMEDIET, REPRODUKSIBILITAS, DAN PARAMETER VALIDASI LAINNYA

https://juwitawhiwi22.blogspot.com/2023/01/pengembangan-validasi-metode-analisis.html


Dibawah ini merupakan contoh soal
tugas pengembangan validasi metode analisis (PVMA) beserta jawabannya meliputi ketangguhan, kekasaran, stabilitas, presisi, presisi repeatabilitas, presisi intermediet, reproduksibilitas, dan parameter validasi lainnya.

1.       Jelaskan perbedaan ketangguhan dan kekasaran metode analisis ?

2.       Jelaskan apa pentingnya uji stabilitas ?

3.  Jelaskan apa yang dimaksud dengan presisi, presisi repeatabilitas, presisi intermediat dan   reproducibilitas?

4.     Uraikan parameter-parameter validasi !

JAWABAN

1.       Ketangguhan (robustness) dan kekasaran (ruggedness) merupakan parameter validasi metode analisis. Kedua parameter ini memiliki perbedaan, diantaranya sebagai berikut.

 

Ketangguhan

Kekasaran

Pengertian

Derajat ketiruan hasil uji yang diperoleh dari anlisi sampel yang sama dalam berbagai kondisi uji normal seperti laboratorium, analisis, instrument, bahan pereaksi, suhu, hari yang berbeda, dan lain-lain.

Derajat reproduksibilitas hasil uji dari sampel yang sama dibawah kondisi normal dengan parameter yang berbeda dan suhu penetapan berbeda.

Penggunaan parameter

Ketangguhan digunakan sebagai parameter yang mencirikan stabilitas metode sehubungan dengan variasi faktor internal (parameter) dari metode.

Kekasaran digunakan sebagai parameter mengevaluasi ketangguhan hasil ketika faktor eksternal seperti analisis, laboratorium, reagen dan hari bervariasi.

Penggunaan istilah

Istilah ketangguhan digunakan untuk mengekspresikan stabilitas metode terhadap variasi kecil parameter metode intrinsik.

Istilah kekasaran digunakan untuk mengekspresikan stabilitas metode terhadap faktor-faktor asaing yang mempengaruhi.

 

2.    Uji stabilitas penting untuk dilakukan karena pada beberapa analit mudah mengalami penguraian pada penyimpanan dan penyiapan sampel sehingga untuk memperoleh hasil analisis yang reprodusibel dan reliabel, maka sampel, reagen dan baru harus stabil pada waktu tertentu misalnya pada setiap jam selama 48 jam menggunakan satu macam larutan sampel. Pengukuran stabilitas larutan uji harus dilakukan dengan replikasi.

3.   Presisi (keseksamaan/ketelitian) merupakan derajat kesesuaian dari sekelompok hasil pengujian secara individual, yang dilakukan jika suatu metode analisis yang digunakan berulang terhadap sampel. Pada pengukuran presisi harus dilakukan dengan dua parameter yaitu :

a.      Presisi Repeatabilitas (Keterulangan)

Presisis repeatabilitas adalah perbedaan maksimum yang dapat terjadi antara dua hasil metode analisis secara berulang dengan sampel dan kondisi yang sama. Repeatabilitas suatu metode analisis sebaiknya diukur menggunakan peralatan dan operator yang sama dalm waktu yang berdekatan. Berdasarkan ICH, repeatabilitas dilakukan dengan minimal 6 kali pengujian yang diukur pada 100% dari konsentrasi target atau minimal 9 kali pengujian dengan mengukur suatu seri konsentrasi. Contohnya : pengujian yang dilakuakn dalam 3 konsentrasi berbeda dengan 3 replikasi untuk masing-masing konsentrasi. Adapun rumus pengukuran presisi didasarkan pada perhitungan relative standard deviation (RSD), dimanan niali RSD yang dapat diterima biasanya <2% untuk senyawa kimia dan untuk senyawa biologis, alam dan makanan dapat bervariasi hingga 20%.

https://juwitawhiwi22.blogspot.com/2023/01/pengembangan-validasi-metode-analisis.html

a.       Presisi Intermediate

Presisi intermediate adalah perbedaan hasil metode analisa yang mungkin terjadi pada proses pengukuran dalam jangka panjang, dengan desain pengujian yang dibuat dengan sedemikian rupa hingga setiap efek yang timbulkan oleh perbedaan variabel dapat diperhitungkan, adapun variabelnya dapat berupa operator, instrument, merek reagen, dan waktu. Pada presisis intermediet, metode HPLC dapat diukur dengan menggunakan 2 instrumet HPLC oleh 2 analisis dengan konsentrasi berbeda yang akan diukur yaitu 50%, 100% dan 150% yang sesuai dengan range pengujian.

Hasil presisi intermediet ini diperoleh dari nilai mean dan RSD, dimana antara dua sistem dan analisi tersebut dihitung dari nilai masing-masing mean pada konsentrasi 50%, 100% dan 150% dengan hasil ≤2,0% yang diperoleh dikatakan telah memenuhi kriteria.

Selain dari kedua parameter presisi diatas, terdapat pula presisi reproduktabilitas yang merunut ICH telah mewakili presisi yang diperoleh dari laboratorium yang berbeda, dimana nilai presisi reproduktabilitas diguanakan untuk meyakinkan suatu metode analisi dapat digunakan pada berbagai laboratorium. Metode analisis reproduksibiitas ini ditentukan dengan menganalisis hasil beberapa sampel pada laboratorium berbeda serta kondisi operasional dan lingkungan yang berbeda pula, namun parameter metode yang digunakan serupa. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi presisi reproduksibilitas yaitu

    -   Temperatur dan kelembaban ruangan

   -    Pengalaman dan ketelitian operator

  -    Umur atau kondisi peralatan

   -    Variasai dalam pengukuran seperti pH, laju fase gerak dan lain sebagainya

   -   Bahan, pelarut, reagen dari suplier atau batch yang berbeda

4. Parameter-parameter validasi ialah

-       Linearitas : merupakan kemampuan suatu metode untuk memperole asil-asil uji yang secara langsung proporsional dengan konsentrasi analit pada kisaran yang diberikan.

-       Akurasi     : merupakan ketelitian metode anlisis atau kedekatan antara nilai terukur dengan nilai yang diterima baik nilai konvensi, nilai sebenarnya atau nilai rujukan.

-     Presisi       : merupakan ukuran keterulangan metode analisis dan biasanya diekspresiakan sebagai simpangan baku relatif (RSD) dari sejumlah sampel yang berbeda signifikan secara statik.

-      Limit of detection (LOD) : merupakan konsentrasi analit terendah dalam sampel yang masu dapat dideteksi, meskipun tidak dapat selalu dikuantifikasi. Batas deteksi yag paling umum digunakan dalam kimia analisis iala bahwa batsa deteksi merupakan kadar anlais yang memberikan respon sebesar respon blanko (yb) ditambah dengan 3 simpangan baku blanko (3S­b).

-    Limit of quantifi cation (LOQ) : merupakan konsentrasi analit terenda dalam sampel yang dapat ditentukan dengan presisi dan akurasi dalam sampel yang dapat diterima pada kondisi operasional metode yang digunakan.

-      Ketahanan : kapasitas metode untuk tetap tidak terpengaruh oleh adanya variasi parameter metode yang kecil seperyi persentase pelarut organik, pH, kekuatan ionik, suu dan sebagainya.

0 Response to "PENGEMBANGAN VALIDASI METODE ANALISIS : KETANGGUHAN, KEKASARAN, STABILITAS, PRESISI, PRESISI REPEATABILITAS, PRESISI INTERMEDIET, REPRODUKSIBILITAS, DAN PARAMETER VALIDASI LAINNYA"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel