OBAT TRADISIONAL : Amilum dan Simplisia

Berikut merupakan tugas yang berkaitan dengan obat tradisional meliputi materi amilum dan simplisia berserta contohnya.

https://juwitawhiwi22.blogspot.com/2023/01/obat-tradisional-amilum-dan-simplisia.html

MetodePembuatan Amilum

Amilum atau pati (starch) merupakan polisakarida yang terbentuk dari polimerisasi glukosa yang terdapat dalam biji-bijian dan umbi-umbian seperti beras, jagung, ubi jalar, kentang dan singkong. Amilum terdiri dari 2 komponen yaitu amilosa (20%) dan amilopektin (80%). Kedua komponen tersebut masing-masing mengandung monomer D-glukosa, namun yang membedakannya terletak pada bentuk rantai, kelarutan dan jumlah nomor glukosa. Rantai amilosa tidak bercabang (lurus) membentuk gulungan seperti spiral dan mengikat sekitar 1.000 molekul D-glukosa dan larut dalam air tapi tidak stabil dan segera mengendap, sedangkan rantai amilopektin bercabang dengan rantai induknya mengandung sekita 100 unit glukosa dan rantai cabangnya terdiri atas 20-25 untik glukosa, jadi amilopektin mengikat sekita 2.000-2.500 molekul D-glukosa serta tidak larut dalam air (Sutresna, N. 2007).



Amilum dapat diisolasi dari beberapa spesies tumbuhan dengan bentuk mikroskopis, kadar amilosa dan amilopektik serta ukuran yang berbeda-beda dan khas bergantung dari spesies tumbuhan. Berikut contoh tanaman penghasil amilum :

Nama Simplisia

Tumbuhan Penghasil

Bagian Tumbuhan


Amilum Solani


Solanum tuberosum

Tuber


Amilum Maydis


Zea mays

Buah/biji


Amilum Manihot


Mahihot utilissima

Tuber


Amilum Oryzae


Oryza sativa

Buah/biji


Amilum Marantae


Maranta arundinacea

Rhizoma


Amilum Tritici


Triticum aestivum

Buah/biji

(Sukardiman, dkk. 2020)

Adapun tahapan pokok dalam isolasi amilum ialah (1) pembebasan amilum dari sel/desintegrasi jaringan dan sel, (2) pemisahan amilum dari lemak dan protein dan (3) pengendapan dan pengeringan. Adapun contoh cara isolasi amilum pada bagian buah atau biji tumbuhan ialah Amilum Maydis yaitu sebagai berikut (Sukardiman, dkk. 2020):

a.       Mula-mula biji jagung direndam dalam air hangat (50oC) ditambah 0,2% H2SO4 selama dua hari untuk menghidrolisis dinding buah/biji, kemudian diikuti dengan penggilingan kasar.

b.       Dari hasil dari penggilingan kasar, bagian embrio yang mengandung minyak akan mengambang dan dipisahkan dengan cara dekantasi.

c.       Selanjutnya abagian endosperm yang tenggelam digiling halus untuk membebaskan amilum dari dalam sel endosperm.

d.       Suspensi yang dihasilkan, kemudian dipisahkan dengan penyaringan yang dilanjutkan dengan sentrifugasi.

e.       Pada sentrifugasi, amilum akan mengendao terlebih dahulu sedangkan protein (gluten) tinggal pada supernatan.

Sementara contoh cara isolasi amilum pada bagian tuber tumbuhan ialah Amilum Manihot yaitu sebagai berikut (Soebogi, 2009):

a.       Mula-mula dilakukan sortasi dan pencucian pada bagian tuber Manihot utilissima, kemudian dilakukan pengupasan kulit tuber/umbi dan dipotong kecil-kecil

b.       Tuber kemudian dihaluskan menggunakan blender dengan menambahkan sedikit air perbandingan (2:1) b/v.

c.       Tuber yang telah dihaluskan kemudian disaring menggunakan kain kasa sambil diperas secara perlahan.

d.       Hasil penyaringan dikumpulkan pada gelas piala, lalu didiamkan selama 24 jam hingga terbentuk endapan.

e.        Kemudian endapan dicuci dengan akuades sampai diperoleh endapan amilum yang lebih jernih sedangkan cairan supernatan dibuang.

f.        Selanjutkan endapan yang diperoleh dikeringkan dengan menggunakan oven pada suhu 40-50oC selama 24 jam, lalu digerus dan diayak pada ayakan nomor 80.

2.   Simplisia

Simplisia adalah bahan alamiah yang dipergunakan sebagai bahan obat yang belum mengalami pengolahan apapun juga dan kecuali dikatakan lain, berupa bahan yang telah dikeringkan. Simplisia dibedakan tiga yaitu simplisia nabati, simplisia hewani dan simplisia pelikan (Maryani, H. dan Suharmiati. 2004).

a.       Simplisia Nabati

Simplisia nabati adalah simplisia yang berupa tumbuhan utuh, bagian tumbuhan seperti akar, kulit akar, batang, kulit batang, kayu, bagian bunga atau eksudat tumbuhan seperti gom, lateks, tragakanta, oleoresin, dan sebagainya (Maryani, H. dan Suharmiati. 2004). Adapun contoh simplisia nabati sebagai berikut.

Nama simplisia

Asal

Kegunaan

Agerati folium


Daun bandotan

(Ageratum conyzoides L.)

Perawatan rambut, sakit perut, obat luka

Pulcherrimae flos


Bungan Kembang Merak

(Caesalpiniapulcherrima(L.)Swartz)

bunganya berkhasiat sebagai obat demam,obat radang selaput lendir,melancarkan haid dan urus-urus. Untuk obat pelancar haid dipakai ±10gram bunga segar direbus dengan 3 gelas air selama 15menit,setelah dingin disaring.Hasil saringan diminum sekaligus

Carambolae flos


Bunga belimbing manis (Averrhoa carambola L.)

Peluruh dahak/obat batuk (ekspektoran)

Eurycomae Radix


Akar pasak bumi

(Eurycoma longifolia Jack)

Diuretik,antipiretik

Rosae Flos


Bunga Mawar

(Rosa chinensis)

Nyeri haid, haid tidak teratur,radang sendi.

Sabdariffae Flos


Bunga Rosella

(Hibiscussabdaniffa Linn.)

Sebagai anti oksidan pencegah pengapuran tulang, menghambat penuaan dini ,memperlambat menopause dan mengurangi dampak negatif nikotin

Granati fructus Cortex

-

Pengelat usus (astringensia), obat cacing

Cinnamomi Cortex

-

Karminativa, menghangatkan lambung, dicampur dengan adstringensia lainnya untuk obat mencret

Fyrethri Flos


Bunga Krisan

(Chryanthemum cinerariae)

Racun serangga

Lagenariae Fructus


Buah labu panjang, buah labu air

(Lagenaria siceraria (Molina) Standley)

Peluruh air seni (diuretik), peluruh dahak, obat batuk (ekspektoran), penurun panas (antipiretik)

b.       Simplisia Hewani

Simplisia hewani adalah simplisia berupa hewan utuh, bagian hewan, atau zat-zat yang dihasilkan oleh hewan dan belum berupa zat kimia (Maryani, H. dan Suharmiati. 2004). Adapun contoh simplisiahewani sebagai berikut.

Nama simplisia

Asal

Kegunaan


Mel depuratum

(madu lebah)

Lebah

(Apis mellifera)

Sumber energi dan penambah stamina tubuh


Oleum iecoris aselli

(minyak ikan)

Ikan

Sebagai sumber vitamin D


Adeps lanae

(lemak bulu domba)

Domba

Bahan tambahan pada sediaan farmasetik umumnya sebagai dasar pembuatan salep, bahan pembuatan sabun, pasta, dsb.


Adeps suillus

(lemak perut babi)

Babi Hutan

Digunakan dalam makanan dan sebagai bahan pembuatan salep, dsb.


Cera Alba
(Malam putih)

Lebah

(Apis mellifera)

Bahan salep


Gelatinum

Ikan, sapi, dan babi(protein yang dihasilkan dari tulang dan kulit binatang)

Sebagai salah satu bahan baku dari permen lunak, jeli, dan es krim, dan sebagai bahan pembuatan salep


Oleum charcharidis

(minyak ikan hiu)

Ikan hiu

Sumber kalori dan pengobatan avitaminosis A dan B


Cetaceum

Kepala lemak dan badan Physeter catodon L

Bahan salep dan suppositoria

Thyroidum

serbuk kering dari kelenjar tiroid binatang menyusui, telah dibersihkan dari jaringan pengikat dan lemak

Pengobatan terhadap hipotirodisme


Cera flava

Lebah

(Apis mellifera)

Bahan salep

c.       Simplisia Pelikan

Simplisia pelikan atau mineral adalah simplisia berupa bahan pelikan atau mineral  yang belum atau telah diolah dengan cara sederhana dan belumberupa zat kimia murni (Maryani, H. dan Suharmiati. 2004). Adapun contoh simplisia pelikan atau mineral sebagai berikut.

Nama simplisia

Asal

Kegunaan

Parafim sodium

Dari minyak mineral

Bahan-bahan tambahan seperti pengeras salep

Parafin liquidum

Destilasi minyak mineral

Bahan salep dan pencahar

Vaselin album

Vaselin flavum yang telah diputihkan dengan menggunakan asam sulfat

Bahan salep (tidak untuk salep mata), pencahar lemak

Vaselin flavum

Dari minyak mineral

Bahan salep, pencahar lemak

Serbuk seng (Zn)

Dapat diperoleh dari makan seperti bunci, kacang-kacangan, keju, ddaging sapi, ayam dan aneka ikan laut

Mempertahankan kesuburan, memperkuat daya tahan tubuh, membantu dalam proses penyembuhan dan mampu membantu agar menghasilkan sekitar 100 enzim yang diperlukan. Seng juga berguna untuk kecantikan kulit yaitu dapat mencegah timbulnya jerawat, mecegah kulit kering, dan membantu regerasi kulit

Mangan (Mn)

Bisa diperoleh dari makanan telur, kacang-kacangan, sayuran berdaun hijau, daging merah. Pada buah-buahan terdapat pada buah strawberi, nanas, anggur.

Menjaga kesehatan otak, tulang, berperan dalam pertumbuhan rambut dan kuku, membantu menghasilkan enzim untuk mengubah karbohidrat dan protein membentuk energi yang akan digunakan

Serbuk tembaga (Cu)

Bisa diperoleh dari makanan seafood, gandum, jagung, dan polong-polongan.

Membantu hemoglobin, kolagen, dan menjaga kesehatan saraf.

Zat besi (Fe)

Bisa diperoleh dari hati ayam, daging ayam, daging merah, ikan, dan kacang polong

Mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuhn dan menghilangkan racun dari tubuh

Kromium (Cr)

Bisa diperoleh dari roti, gandum, jagung, daging, ikan, dan keju

Dibantu dengan vitamin B3, kromium berfungsi mengatur penempatan glukosa dalam darah menuju ke sel-sel tubuh untuk kemudian diubah menjadi energi.

Magnesium (Mg)

Bisa diperoleh dari makanan kacang-kacangan, sayuran berdaun hijau, gandum, jagung, dan tahu

Berperan dalam menjaga kesehatan jantung, ginjal, dan otot

DAFTAR PUSTAKA

Maryani, H. dan Suharmiati. 2004. Khasiat & Manfaat Daun Dewa & Sambung Nyawa. Jakarta : Agromedia.

Soebagio, B., N. Wathoni., dan R.K. Meko. 2009. Profil Aliran Dispersi Pati Ubi Jalar. Jurnal Farm. Volume 7 (2).

Sukardiman, dkk. 2020. Buku Ajar Farmakognosi Jilid 1.Surabaya : Airlangga Universitu Press.

Sustresna, N. 2007. Cerdas Belajar Kimia Untuk Kelas XII SMA/MA. Jakarta : Penerbit Grafindo Media Pratama.

 

0 Response to "OBAT TRADISIONAL : Amilum dan Simplisia"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel