OBAT TRADISIONAL : Amilum dan Simplisia
Berikut merupakan tugas yang berkaitan dengan obat tradisional meliputi materi amilum dan simplisia berserta contohnya.
MetodePembuatan Amilum
Amilum atau pati (starch) merupakan polisakarida yang terbentuk dari polimerisasi glukosa yang terdapat dalam biji-bijian dan umbi-umbian seperti beras, jagung, ubi jalar, kentang dan singkong. Amilum terdiri dari 2 komponen yaitu amilosa (20%) dan amilopektin (80%). Kedua komponen tersebut masing-masing mengandung monomer D-glukosa, namun yang membedakannya terletak pada bentuk rantai, kelarutan dan jumlah nomor glukosa. Rantai amilosa tidak bercabang (lurus) membentuk gulungan seperti spiral dan mengikat sekitar 1.000 molekul D-glukosa dan larut dalam air tapi tidak stabil dan segera mengendap, sedangkan rantai amilopektin bercabang dengan rantai induknya mengandung sekita 100 unit glukosa dan rantai cabangnya terdiri atas 20-25 untik glukosa, jadi amilopektin mengikat sekita 2.000-2.500 molekul D-glukosa serta tidak larut dalam air (Sutresna, N. 2007).
Amilum dapat diisolasi dari beberapa spesies tumbuhan dengan bentuk mikroskopis, kadar amilosa dan amilopektik serta ukuran yang berbeda-beda dan khas bergantung dari spesies tumbuhan. Berikut contoh tanaman penghasil amilum :
|
Nama Simplisia |
Tumbuhan Penghasil |
Bagian Tumbuhan |
|
Amilum Solani |
Solanum tuberosum |
Tuber |
|
Amilum Maydis |
Zea mays |
Buah/biji |
|
Amilum Manihot |
Mahihot utilissima |
Tuber |
|
Amilum Oryzae |
Oryza sativa |
Buah/biji |
|
Amilum Marantae |
Maranta arundinacea |
Rhizoma |
|
Amilum Tritici |
Triticum aestivum |
Buah/biji |
(Sukardiman,
dkk. 2020)
Adapun tahapan pokok dalam isolasi amilum ialah (1) pembebasan amilum dari
sel/desintegrasi jaringan dan sel, (2) pemisahan amilum dari lemak dan protein
dan (3) pengendapan dan pengeringan. Adapun contoh cara isolasi amilum pada
bagian buah atau biji tumbuhan ialah Amilum Maydis yaitu sebagai berikut (Sukardiman,
dkk. 2020):
a. Mula-mula biji jagung
direndam dalam air hangat (50oC) ditambah 0,2% H2SO4
selama dua hari untuk menghidrolisis dinding buah/biji, kemudian diikuti dengan
penggilingan kasar.
b. Dari hasil dari
penggilingan kasar, bagian embrio yang mengandung minyak akan mengambang dan
dipisahkan dengan cara dekantasi.
c. Selanjutnya abagian endosperm
yang tenggelam digiling halus untuk membebaskan amilum dari dalam sel
endosperm.
d. Suspensi yang dihasilkan,
kemudian dipisahkan dengan penyaringan yang dilanjutkan dengan sentrifugasi.
e.
Pada
sentrifugasi, amilum akan mengendao terlebih dahulu sedangkan protein (gluten)
tinggal pada supernatan.
Sementara
contoh cara isolasi amilum pada bagian tuber tumbuhan ialah Amilum Manihot
yaitu sebagai berikut (Soebogi, 2009):
a. Mula-mula dilakukan sortasi
dan pencucian pada bagian tuber Manihot utilissima, kemudian dilakukan
pengupasan kulit tuber/umbi dan dipotong kecil-kecil
b. Tuber kemudian dihaluskan menggunakan
blender dengan menambahkan sedikit air perbandingan (2:1) b/v.
c. Tuber yang telah dihaluskan
kemudian disaring menggunakan kain kasa sambil diperas secara perlahan.
d. Hasil penyaringan
dikumpulkan pada gelas piala, lalu didiamkan selama 24 jam hingga terbentuk
endapan.
e. Kemudian endapan dicuci dengan akuades sampai
diperoleh endapan amilum yang lebih jernih sedangkan cairan supernatan dibuang.
f. Selanjutkan endapan yang diperoleh dikeringkan dengan menggunakan oven pada suhu 40-50oC selama 24 jam, lalu digerus dan diayak pada ayakan nomor 80.
2. Simplisia
Simplisia adalah bahan alamiah yang
dipergunakan sebagai bahan obat yang belum mengalami pengolahan apapun juga dan
kecuali dikatakan lain, berupa bahan yang telah dikeringkan. Simplisia
dibedakan tiga yaitu simplisia nabati, simplisia hewani dan simplisia pelikan
(Maryani, H. dan Suharmiati. 2004).
a. Simplisia Nabati
Simplisia nabati adalah simplisia
yang berupa tumbuhan utuh, bagian tumbuhan seperti akar, kulit akar, batang,
kulit batang, kayu, bagian bunga atau eksudat tumbuhan seperti gom, lateks, tragakanta,
oleoresin, dan sebagainya (Maryani, H. dan Suharmiati. 2004). Adapun contoh
simplisia nabati sebagai berikut.
|
Nama simplisia |
Asal |
Kegunaan |
|
Agerati folium |
Daun bandotan (Ageratum conyzoides
L.) |
Perawatan
rambut, sakit perut, obat luka |
|
Pulcherrimae flos |
Bungan Kembang Merak (Caesalpiniapulcherrima(L.)Swartz) |
bunganya berkhasiat sebagai obat demam,obat
radang selaput lendir,melancarkan haid dan urus-urus. Untuk obat pelancar
haid dipakai ±10gram bunga segar direbus dengan 3 gelas air selama
15menit,setelah dingin disaring.Hasil saringan diminum sekaligus |
|
Carambolae flos |
Bunga belimbing manis (Averrhoa
carambola L.) |
Peluruh
dahak/obat batuk (ekspektoran) |
|
Eurycomae Radix |
Akar pasak bumi (Eurycoma longifolia
Jack) |
Diuretik,antipiretik |
|
Rosae Flos |
Bunga Mawar (Rosa chinensis) |
Nyeri haid, haid tidak teratur,radang
sendi. |
|
Sabdariffae Flos |
Bunga Rosella (Hibiscussabdaniffa
Linn.) |
Sebagai anti oksidan pencegah
pengapuran tulang, menghambat penuaan dini ,memperlambat menopause dan
mengurangi dampak negatif nikotin |
|
Granati fructus Cortex |
- |
Pengelat
usus (astringensia), obat cacing |
|
Cinnamomi Cortex |
- |
Karminativa,
menghangatkan lambung, dicampur dengan adstringensia lainnya untuk obat
mencret |
|
Fyrethri Flos |
Bunga Krisan (Chryanthemum
cinerariae) |
Racun
serangga |
|
Lagenariae Fructus |
Buah labu panjang, buah
labu air (Lagenaria siceraria
(Molina) Standley) |
Peluruh
air seni (diuretik), peluruh dahak, obat batuk (ekspektoran), penurun panas
(antipiretik) |
Simplisia hewani adalah simplisia berupa
hewan utuh, bagian hewan, atau zat-zat yang dihasilkan oleh hewan dan belum
berupa zat kimia (Maryani, H. dan Suharmiati. 2004). Adapun contoh simplisiahewani sebagai berikut.
|
Nama simplisia |
Asal |
Kegunaan |
|
Mel
depuratum (madu
lebah) |
Lebah (Apis mellifera) |
Sumber energi dan penambah
stamina tubuh |
|
Oleum iecoris aselli (minyak ikan) |
Ikan |
Sebagai sumber vitamin D |
|
Adeps lanae (lemak bulu domba) |
Domba |
Bahan tambahan pada sediaan
farmasetik umumnya sebagai dasar pembuatan salep, bahan pembuatan sabun,
pasta, dsb. |
|
Adeps suillus (lemak perut babi) |
Babi Hutan |
Digunakan dalam makanan dan
sebagai bahan pembuatan salep, dsb. |
|
Cera Alba |
Lebah (Apis mellifera) |
Bahan salep |
|
Gelatinum |
Ikan, sapi, dan
babi(protein yang dihasilkan dari tulang dan kulit binatang) |
Sebagai salah satu bahan baku
dari permen lunak, jeli, dan es krim, dan sebagai bahan pembuatan salep |
|
Oleum charcharidis (minyak ikan hiu) |
Ikan hiu |
Sumber kalori dan pengobatan
avitaminosis A dan B |
|
Cetaceum |
Kepala lemak dan badan
Physeter catodon L |
Bahan
salep dan suppositoria |
|
Thyroidum |
serbuk kering dari
kelenjar tiroid binatang menyusui, telah dibersihkan dari jaringan pengikat
dan lemak |
Pengobatan
terhadap hipotirodisme |
|
Cera flava |
Lebah (Apis mellifera) |
Bahan
salep |
Simplisia pelikan atau mineral
adalah simplisia berupa bahan pelikan atau mineral yang belum atau telah diolah dengan cara
sederhana dan belumberupa zat kimia murni (Maryani, H. dan Suharmiati. 2004).
Adapun contoh simplisia pelikan atau mineral sebagai berikut.
|
Nama simplisia |
Asal |
Kegunaan |
|
Parafim
sodium |
Dari minyak mineral |
Bahan-bahan tambahan seperti
pengeras salep |
|
Parafin liquidum |
Destilasi minyak mineral |
Bahan salep dan pencahar |
|
Vaselin album |
Vaselin flavum yang telah
diputihkan dengan menggunakan asam sulfat |
Bahan salep (tidak untuk salep
mata), pencahar lemak |
|
Vaselin flavum |
Dari minyak mineral |
Bahan salep, pencahar lemak |
|
Serbuk seng (Zn) |
Dapat diperoleh dari
makan seperti bunci, kacang-kacangan, keju, ddaging sapi, ayam dan aneka ikan
laut |
Mempertahankan kesuburan,
memperkuat daya tahan tubuh, membantu dalam proses penyembuhan dan mampu
membantu agar menghasilkan sekitar 100 enzim yang diperlukan. Seng juga
berguna untuk kecantikan kulit yaitu dapat mencegah timbulnya jerawat,
mecegah kulit kering, dan membantu regerasi kulit |
|
Mangan (Mn) |
Bisa diperoleh dari makanan
telur, kacang-kacangan, sayuran berdaun hijau, daging merah. Pada buah-buahan
terdapat pada buah strawberi, nanas, anggur. |
Menjaga kesehatan otak, tulang,
berperan dalam pertumbuhan rambut dan kuku, membantu menghasilkan enzim untuk
mengubah karbohidrat dan protein membentuk energi yang akan digunakan |
|
Serbuk tembaga (Cu) |
Bisa diperoleh dari
makanan seafood, gandum, jagung, dan polong-polongan. |
Membantu hemoglobin, kolagen, dan
menjaga kesehatan saraf. |
|
Zat besi (Fe) |
Bisa diperoleh dari hati ayam,
daging ayam, daging merah, ikan, dan kacang polong |
Mengangkut oksigen dari paru-paru
ke seluruh tubuhn dan menghilangkan racun dari tubuh |
|
Kromium (Cr) |
Bisa diperoleh dari roti,
gandum, jagung, daging, ikan, dan keju |
Dibantu dengan vitamin B3, kromium
berfungsi mengatur penempatan glukosa dalam darah menuju ke sel-sel tubuh
untuk kemudian diubah menjadi energi. |
|
Magnesium (Mg) |
Bisa diperoleh dari
makanan kacang-kacangan, sayuran berdaun hijau, gandum, jagung, dan tahu |
Berperan
dalam menjaga kesehatan jantung, ginjal, dan otot |
DAFTAR PUSTAKA
Maryani, H. dan Suharmiati. 2004. Khasiat &
Manfaat Daun Dewa & Sambung Nyawa. Jakarta : Agromedia.
Soebagio, B., N. Wathoni., dan R.K. Meko. 2009. Profil
Aliran Dispersi Pati Ubi Jalar. Jurnal Farm. Volume 7 (2).
Sukardiman, dkk. 2020. Buku Ajar Farmakognosi Jilid
1.Surabaya : Airlangga Universitu Press.
Sustresna, N. 2007. Cerdas Belajar Kimia Untuk
Kelas XII SMA/MA. Jakarta : Penerbit Grafindo Media Pratama.

0 Response to "OBAT TRADISIONAL : Amilum dan Simplisia"
Post a Comment