OBAT TRADISIONAL : Menelaah Komposisi Jamu Saintifik "SOMAN"
![]() |
Menelaah Komposisi Jamu saintifik SoMan |
Jamu adalah obat tradisional Indonesia yang dibuat dari tumbuhan, bahan hewan,
bahan mineral, sediaan sarian (galenic) atau campuran dari bahan tersebut, yang
secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan bahan kimia
sintetik. Jamu yang menggunakan berbagai macam tumbuhan yang diambil langsng
dari alam dan efek sampingnya relative lebih kecil dibandingkan obat medis.
Jamu biasanya dimanfaatkan untuk obat luar dan obat dalam yang harus diminum
(1)
![]() |
| Gambar Bentuk Sediaan Jamu SoMan |
Siklus hidup
virus SARS-CoV-2, awalnya
terjadi karena pelekatan virus dengan reseptor Angiotensin Converting Enzyme
2 (ACE 2) pada permukaan sel inang yang difasilitasi oleh protein spike
(protein S) yang merupakan bagian dari struktur menyerupai pake pada virus.
Proses selanjutnya, Ketika virus masuk ke dalam sel inang untuk melepaskan
materi genetika yang difasilitasi oleh protein transmembrane TMPRS22 terjadi
proses translasi dan perbanyakan materi genetic, serta perakitan partikel virus
baru yang diperlukan oleh beberapa protein seperi Papain like protoase (PL
pro, 3CLpro, Helikase dan RdRp. Selanjutnya.
Setelah dalam bentuk sempurna, partikel virus (virion) kemudian lepas dari sel
yang terinfeksi melalui eksositosis dan mencari sel inang lainnya. Jadi, Target
senyawa antivirus yang efektif ialah protein-protein yang terlibat dan proses
yang terjadi dalam siklus hidupn virus (3).
Adapun
beberapa komposisi SOMAN yaitu Morinda citrifolia fructus, Garcinia mangostana,
Averrhoa carambola fructus, Wuluh averrhoa bilimbi fructus, Daucus
carotta tuber, Carica papaya fructus, Solanum melongena fructus,
Goroho Musa acuminafe fructus, Momordica charantia fructus, Apium
graveolens herba, Solanum tuberosum tuber, Pandanus conoideus
fructus, Citrus maxima fructus, Solanum lycopersicum,,
Eagle marmelos fructus, Pyrus malus fructus, Citrus
ichangensis swingle fructus, Ananas camosus fructus, Persea
americana fructus, Mangifera indica fructus, Ipomoea batatas
tuber, Ochimum sanctum folium, Hylocereus costaricencis fructus,
Actinidia deliciosa fructus, Amaranthus tricolor folium, Vitis
vinivera fructus, Brassica chinensis, Annona Muricata Fructus,
Alium sativum bulbus, Ciperus rotundus rhizome, Eurycomae
lingifolia radix, Hibiscus sabdariffa flos, Cinnamomum burmanii
cortex, Nigella sativa semen, Max semen, Curcuma zedoaria
rhizome, Cassia alata folium, Aqua Cocos, dan Phaseolus
Vulgaris (2). Berikut merupakan beberapa telaah komposisi sediaan SoMan 2
yaitu :
A. Garciana mangostana Fructus
Nama daerah : Manggis, Manggu, Manghis dan mangista (2)
Morfologi : Bentuk buah manggis agak gepeng bulat, garis tengah 3,5−7 cm, berwarna ungu tua, dengan kepala putik duduk (tetap), serta kelopak tetap, dinding buah tebal, berdaging dan berwarna ungu dengan getah kuning. Biji buah manggis 1−3 yang diselimuti oleh selaput biji yang teal dan berair, berwarna putih, serta dapat dimakan (temasuk biji yang gagal tumbuh sempurna)(2)
Kandungan kimia : alkaloid, mangostin dan β-mangosti, serta
1,3,6,7-tetrahidrohsi-2,8-di(3-metil-2 butenil) xanton yang diberi nama
α-mangostin (2).
Khasiat umum : berkhasiat mengobati diare, radang amandel,
keputihan, disentri, wasir, borok, dapat
digunakan sebagi peuruh dahak dan obat sakit gigi (2).
Mekanisme kerja sebagai antivirus SARS-COV-2 : Kandungan senyawa mangostin pada manggis bekerja
dengan cara menghambat protein S sehingga menggangu perlekatan antara protein S
dengan reseptor ACE2 pada permukaan sel inang sehingga akan mencegah SARS-CoV
untuk memasuki sel inang (4)
B.
Curcuma zedoaria rhizome
Nama daerah : Temu putih (Melayu), Koneng bodas (Sunda) (5)
Morfologi : Rimpang berwarna putih atau kuning uda, rasa pahit. Rimpang
memiliki aroma
khas (5).
Kandungan kimia : Rimpang mengandung cineole, camphane,
zingiberene, borneol, camphor, resin, curcuinoid, dan curdione (6).
Khasiat umum :
antikanker, antiinflamasi, hemostatik, melancarkan sirkulasi darah,
fibrinolitik (menghanncurkan pembekuan darah, dan antineoplastic (6).
Mekanisme kerja sebagai antivirus SARS-COV-2 :
Kandungan senyawa kurkumin pada temu putih bekerja dengan cara menghambat 3CLpro.
3CLpro berperan dalam dalam proses membantu perubahan polipeptida
replikasi menjadi protein fungsional yang berperan penting dalam perbanyakan
virus sehingga kurkumin menggangu proses replikasi perbanyakan dari virus
SARS-CoV-2 (4).
C.
Alium sativum bulbus
Morfologi :
Tiap umbi terdiri atas sejumlah anak bawng (suing) dan setiap suing terbungkus
kulit tipis berwarna putih. Akar terdiri atas serabut-serabut kecil yang berjumlah
banyak (3).
Kandungan kimia : Umbi bawang putih yang berperan dalam
menghasilkan aktivitas biologi dan memiliki manfaat pengobatan ialah senyawa
organosulfur yang terdiri atas beberapa senyawa yaitu senyawa sulfur volatile
seperti alisin, senyawa sulfuru larut lemak seperti dialis sulfida dan dialil
disulfida, senyawa sulfut larut air non-volatil seperti S-alilsistein, dan
senyawa S-alk(en)-il-L-sistein sulfoksida seperti aliin dan γ-glutamilsistein
(7).
Khasiat umum :
umbi bawang putih digunakan untuk mengatasi hipertensi, asma, batuk,masuk
angin, sakit kepala, sakit kuning, sesak napas, busung air, ambeien, sembelit,
luka memar, abses, luka benda tajam, digigit serangga, cacingan dan sulit tidur
(insomnia) (3).
Mekanisme kerja sebagai antivirus SARS-COV-2 : senyawa
alil disulfida pada bawang putih mampu berikatan kuat dengan resptor ACE2 dan
protease utama SARS-CoV-2 sehingga menghangi penempelan virus pada sel inangnya
dengan cara menghambat protein S (4).
D.
Nama daerah : Kayu manis
Morfologi :
Batang berkayu bdan bercabang-cabang,. Daun muda merah puat, dan setelah tua
berwarna hijau. Perbungaan bentuk malai, tumbh di ketiak daun, dan berwarna
kuning. Buah buni, Ketika mudah berwarna hijau dan setelah tua berearna hitam.
Akar tunggang (4).
Kandungan kimia : Minyak atsiri, tannin, damar, kalsium
oksalat (3). Dalam seduah bubuk kayu manis terdapat senyawa double-linked
procyanidin type-A dan type-B (8).
Khasiat umum :
Analgesik, stomakik, peluruh kentut (karmanatif) dan aromatic (3).
Mekanisme kerja sebagai antivirus SARS-COV-2 : senyawa procyanidin type A2, B1 dan cinnamtannin B1 pada kayu manis bekerja dengan cara menghambat endositosis dari infeksi SARS-CoV type wild yang dievaluasi dengan uji reduksi plak menunjukkan masing-masing aktivitas sedang dengan nilai IC50 masing-masing 29.9±3.3, 41.3±3.4 and 32.9±3.9 µg/ml (9).
DAFTAR
PUSTAKA
(1)
Harmanto,
N. dan Subroto, M.A. Pilih Jamu dan Herbal Tanpa Efek Samping. Jakarta :
Gramedia. 2007.
(2)
https://www.harvestgorontalo.co.id/id/home
(3)
Utami,
P. Buku Pintar Tanaman Obat. Cianjur : PT. Agromedia Pustaka.2008.
(4)
Septiana,
E. Prospej Senyawa Bahan Alam sebaggaii Antivirus dalam Menghambat
SARS-CoV-2. Jurnal Bio Trends. Vol.11 (1). 2020.
(5)
Lianah.
Biodiversita Zingiberaceae Mijen Kota
Semarang.Yogyakarta : Deepublisher. 2019.
(6)
Permadi,
A. Membuat Kebun Tanaman Obat. Depok : Wisma Hijau.2008.
(7)
Junaedi,
E., Yulianti, S., dan Rinata, M.G. Hipertensi Kandas Berkat Herbal. Cipedak
: FMedia. 2013.
(8)
Kusumaningtyas,
I.D., Fajariyah, S. dan Utami, E.T. Pengaruh Seduhan kayu Manis (Cinamomun
burmanii) Terhada Struktur Pankreas Mencit (mus musculus) strain Balb-C
Diabetik. Jurnal Ilmu Dasar. Bol15 (2). 2014.
(9)
Khanal,
L.N., Pokharel, Y.R., Sharma, K., dan Kalauni, S.K. Plant Derived Secondary
Metabolites as Potential Mediator agains COVID-19 : A Review.Prithvi
Academic Journal. 2020.


0 Response to "OBAT TRADISIONAL : Menelaah Komposisi Jamu Saintifik "SOMAN""
Post a Comment