TEKNOLOGI FARMASI : SEDIAAN CAIR DAN SEMI PADAT

 

https://juwitawhiwi22.blogspot.com/2023/01/teknologi-farmasi-sediaan-cair-dan-semi_2.html

Salah satu teknologi farmasi adalah teknologi sediaan cair dan semi padat. adapun contoh sediaan cair farmasi yakni sebagai berikut :

a.    Elixir

Elixir adalah larautan oral yang mengandung etanol 90% yang berfungsi sebagai kosolven dan untuk mempertinggi kelarutan obat. Kadar etanol yang berkisar antara 3% dan 4% dan bisanya eliksir mengandung etanol 5%-10%, sehingga untuk mengurangi kadar etanol yang dibutuhkan untuk pelarut ditambahkan kosolven lain seperti gliserin, sorbitol dan propilen glikol. Selain dari kosolven, terdapat pula bahan tambahan seperti pemanis, pengawet, pewarna, pewangi sehingga memiliki bau dan rasa yang sedap (Syamsuni, H.A. 2006).

Contoh sediaan yang beredaran dipasaran yaitu Decadron Elixir (Merck Sharp & Dohme) yang mengandung eliksir deksametason, Tylenol Elixir (MC-Neil) mengandung elixir bromodifenhidramin (Ansel, Howard C. 1989)

b.   Douche

Daouche adalah larutan air yang dimasukkan dengan suatu alat ke dalam vagina baik itu untuk pengobatan maupun pembersihan. Sehingga larutan ini mengandung bahan obat atau antiseptik. Kebanyakan douche dibuat dalam bentuk kering atau padat (serbuk atau tablet yang kalau hendak digunakan dilarutkan dalam sejumlah air tertentu) atau dapat juga diberikan sebagai larutan kental yang harus diencerkan sebelum digunakan (Syamsuni, H.A. 2006).

Daouche yang bertujuan dipakai sebagai pembersih ialah larutan NaCl isotonis, larutan asam boor (1 cth/1000 mL) dan Natrium bicarbonat 2% (Saud, M. 1992). Contoh sediaan yang beredar dipasaran yaitu Betadin Vaginal Douche (Syamsuni, H.A. 2006).

c.    Sirupus Simplex

Sirop merupakan larutan oral yang mengandung sukrosa atau gula lain yang berkadar tinggi. Kadar sukrosa dalam sirop berkisar 64%-66%, kecuali dinyatakan lain. Pada sirop simplex mengandung 65% gula dalam larutan nipagin 0,25% b/v (Syamsuni, H.A. 2006). Cara pembuatan sirup simplex yaitu dengan melarutkan 65 bagian gula dalam larutan metil paraben 0,25 % b/v secukupnya hingga diperoleh 100 bagian sirop (DepKes RI, 1978).

d.   Mouthwash

Collutorium (obat cuci mulut) adalah larutan pekat dalam air yang mengandung deodorant, antiseptik, anastetik lokal, astringesia yang digunakan sebagai pencuci mulut dan dipakai dengan jalan mengencerkan. Obat ini disimpan dalam botol putih, bermulut kecil dengan etiket yang tertulis, tidak boleh ditelan (Saud, M. 1992).

Sebagai contoh misalnya bahan-bahan lokal anasresi seperti Tetracaine, Metycaine dipergunakan untuk pembiusan setempat, senyawa-senyawa yang mudah melepaskan oksigen seperti perborat, peroksida dan permanganat yang dpat menghilangkan menghilangkan bau dan bersifat antibakteri, bahan-bahan yang mudah melepaskan chloor seperti Natrii Hypochlories, chloramine yang mempunyai sifat membunuh kuman (germacidal action), gentian violet untuk infeksi yang disebabkanoleh fungi, dan antibiotika seperti Tetracycline yang dipakai khusus dalam mulut. Selanjutnya ada beberapa sediaan yang khsusu dipakai dalam pengobatan gigi, misalnya Natrium flouridium, Chlorbutanol, dan lain sebagainya. Dalam pembuatannya kadang ditambahkan beberapa bahan pengobatan. Dalam National formulari didapat sediaan yang tergolong collutio yaitu Alkaline aromatic solutio dan antiseptik, dimana kebanyakan collutio bereaksi dengan basa, karena mempunyai kekuatan untuk melarutkan dan membuangkan mucus (lebdir dahak) dan saliva (alir liur). Namun, larutan yang terlalu bersifat alkalis akan merusak selaput lendir mulut dan kerongkongan, begitupun kalau asam yang dapat mempengaruhi gigi sehingga cairan dipakai pada mulut mempunyai pH antara 7 – 9,5 (Saud, M. 1992).

e.    Collyrium

Collyrium (obat cuci mata) adalah larutan steril dan jernih yang digunakan untuk mencuci mata (Syamsuni, H.A. 2006). Obat cuci mata digunakan dengan sebuah gelas mata kecil yang diisi dengan larutan. Adapun cara penggunaannya dilakukan dengan menundukkan kepala dan gelas diletakkan dalam dibawah mata, lalu kepala ditengadahkan kembali. Larutan tidak akan keluar bila helas ditekan pada lekuk mata, namun sekarang mata telah dapat “dicuci” dengan berturut-turut membuka dan menutup kelopaknya beberapa kali (Tan, H.T dan Rahardja, K.2010)

Cara pembuatannya collyrium yaitu dengan melarutkan obat dalam air, saring hingga jernih, kemudian masukkan ke dalam wadah, tutup dan sterilkan, dimana penyimpanan nya dilakukan dengan menggunakan wadah kaca atau plastik yang tertutup kedap. Pada etiket harus tertera masa penggunaan setelah tutup dibuka dan obat cuci mata, sehingga perlu dipeehatikan bahwa collyrium  yang tidak mengandung zat pengawet hanya boleh digunakan paling lama 24 jam setelah botol dibuka dari tutupnya, sedangkan yang mengadung pengawet dapat digunakan paling laa 7 hari setelah tutupnya dibuka  (Syamsuni, H.A. 2006).

Contoh sediaan yang beredar dipasaran yaitu Optraex yang berisi larutan steril acidum boricum (asam borat) yang hipertonis (Syamsuni, H.A. 2006).

DAFTAR PUSTAKA

Ansel, Howard C. 1989. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi. Cetakan 1. Jakarta L Penerbit Universitas Indonesia.

DepKes RI. 1978. Formularium Nasional. Edisi Ke-2. Jakarta : Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Saud, Muh. 1992. Ilmu Meracik Obat. Makassar: SMK Farmasi Yamasi.

Syamsuni, H.A. 2006. Ilmu Resep. Editor: Ella Elviana dan Winny R. Syarief. Jakarta: ECG.

Tan, H.T dan Rahardja, K.2010. Obat-Obat Sederhan untuk Gangguan Sehari-hari. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.

 

0 Response to "TEKNOLOGI FARMASI : SEDIAAN CAIR DAN SEMI PADAT"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel