TEKNOLOGI FARMASI : SEDIAAN CAIR DAN SEMI PADAT
Salah satu teknologi farmasi adalah teknologi sediaan cair dan semi padat. adapun contoh sediaan cair farmasi yakni sebagai berikut :
a.
Elixir
Elixir
adalah larautan oral yang mengandung etanol 90% yang berfungsi sebagai kosolven
dan untuk mempertinggi kelarutan obat. Kadar etanol yang berkisar antara 3% dan
4% dan bisanya eliksir mengandung etanol 5%-10%, sehingga untuk mengurangi
kadar etanol yang dibutuhkan untuk pelarut ditambahkan kosolven lain seperti
gliserin, sorbitol dan propilen glikol. Selain dari kosolven, terdapat pula
bahan tambahan seperti pemanis, pengawet, pewarna, pewangi sehingga memiliki
bau dan rasa yang sedap (Syamsuni, H.A. 2006).
Contoh
sediaan yang beredaran dipasaran yaitu Decadron Elixir (Merck Sharp &
Dohme) yang mengandung eliksir deksametason, Tylenol Elixir (MC-Neil)
mengandung elixir bromodifenhidramin (Ansel, Howard C. 1989)
Daouche
adalah larutan air yang dimasukkan dengan suatu alat ke dalam vagina baik itu
untuk pengobatan maupun pembersihan. Sehingga larutan ini mengandung bahan obat
atau antiseptik. Kebanyakan douche dibuat dalam bentuk kering atau padat
(serbuk atau tablet yang kalau hendak digunakan dilarutkan dalam sejumlah air
tertentu) atau dapat juga diberikan sebagai larutan kental yang harus
diencerkan sebelum digunakan (Syamsuni, H.A. 2006).
Daouche
yang bertujuan dipakai sebagai pembersih ialah
larutan NaCl isotonis, larutan asam boor (1 cth/1000 mL) dan Natrium bicarbonat
2% (Saud, M. 1992). Contoh sediaan yang beredar dipasaran yaitu Betadin Vaginal
Douche (Syamsuni, H.A. 2006).
Sirop
merupakan larutan oral yang mengandung sukrosa atau
gula lain yang berkadar tinggi. Kadar sukrosa dalam sirop berkisar
64%-66%, kecuali dinyatakan lain. Pada sirop simplex mengandung
65% gula dalam larutan nipagin 0,25% b/v (Syamsuni, H.A.
2006). Cara pembuatan sirup simplex yaitu dengan melarutkan 65 bagian gula
dalam larutan metil paraben 0,25 % b/v secukupnya hingga diperoleh 100 bagian
sirop (DepKes RI, 1978).
d.
Mouthwash
Collutorium
(obat cuci mulut) adalah larutan pekat dalam air yang
mengandung deodorant, antiseptik, anastetik lokal, astringesia yang digunakan
sebagai pencuci mulut dan dipakai dengan jalan mengencerkan. Obat ini disimpan
dalam botol putih, bermulut kecil dengan etiket yang tertulis, tidak boleh
ditelan (Saud, M. 1992).
Sebagai
contoh misalnya bahan-bahan lokal anasresi seperti Tetracaine, Metycaine
dipergunakan untuk pembiusan setempat, senyawa-senyawa yang mudah melepaskan
oksigen seperti perborat, peroksida dan permanganat yang dpat menghilangkan
menghilangkan bau dan bersifat antibakteri, bahan-bahan yang mudah melepaskan
chloor seperti Natrii Hypochlories, chloramine yang mempunyai sifat membunuh
kuman (germacidal action), gentian violet untuk infeksi yang
disebabkanoleh fungi, dan antibiotika seperti Tetracycline yang dipakai khusus
dalam mulut. Selanjutnya ada beberapa sediaan yang khsusu dipakai dalam
pengobatan gigi, misalnya Natrium flouridium, Chlorbutanol, dan lain
sebagainya. Dalam pembuatannya kadang ditambahkan beberapa bahan pengobatan.
Dalam National formulari didapat sediaan yang tergolong collutio yaitu
Alkaline aromatic solutio dan antiseptik, dimana kebanyakan collutio bereaksi
dengan basa, karena mempunyai kekuatan untuk melarutkan dan membuangkan mucus
(lebdir dahak) dan saliva (alir liur). Namun, larutan yang terlalu bersifat
alkalis akan merusak selaput lendir mulut dan kerongkongan, begitupun kalau
asam yang dapat mempengaruhi gigi sehingga cairan dipakai pada mulut mempunyai
pH antara 7 – 9,5 (Saud, M. 1992).
e. Collyrium
Collyrium
(obat cuci mata) adalah larutan steril dan jernih yang digunakan untuk mencuci
mata (Syamsuni, H.A. 2006). Obat cuci mata digunakan dengan sebuah gelas mata
kecil yang diisi dengan larutan. Adapun cara penggunaannya dilakukan dengan
menundukkan kepala dan gelas diletakkan dalam dibawah mata, lalu kepala
ditengadahkan kembali. Larutan tidak akan keluar bila helas ditekan pada lekuk
mata, namun sekarang mata telah dapat “dicuci” dengan berturut-turut membuka
dan menutup kelopaknya beberapa kali (Tan, H.T dan Rahardja, K.2010)
Cara
pembuatannya collyrium yaitu dengan melarutkan obat dalam air, saring
hingga jernih, kemudian masukkan ke dalam wadah, tutup dan sterilkan, dimana
penyimpanan nya dilakukan dengan menggunakan wadah kaca atau plastik yang
tertutup kedap. Pada etiket harus tertera masa penggunaan setelah tutup dibuka
dan obat cuci mata, sehingga perlu dipeehatikan bahwa collyrium yang tidak mengandung zat pengawet hanya boleh
digunakan paling lama 24 jam setelah botol dibuka dari tutupnya, sedangkan yang
mengadung pengawet dapat digunakan paling laa 7 hari setelah tutupnya
dibuka (Syamsuni, H.A. 2006).
Contoh sediaan yang beredar dipasaran yaitu Optraex yang berisi larutan steril acidum boricum (asam borat) yang hipertonis (Syamsuni, H.A. 2006).
DAFTAR
PUSTAKA
Ansel,
Howard C. 1989. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi. Cetakan 1. Jakarta L
Penerbit Universitas Indonesia.
DepKes
RI. 1978. Formularium Nasional. Edisi Ke-2. Jakarta : Departemen
Kesehatan Republik Indonesia.
Saud,
Muh. 1992. Ilmu
Meracik Obat. Makassar:
SMK Farmasi Yamasi.
Syamsuni,
H.A. 2006. Ilmu Resep. Editor: Ella Elviana dan Winny R. Syarief.
Jakarta: ECG.
Tan,
H.T dan Rahardja, K.2010. Obat-Obat Sederhan untuk Gangguan Sehari-hari.
Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.

0 Response to "TEKNOLOGI FARMASI : SEDIAAN CAIR DAN SEMI PADAT"
Post a Comment