ANALISIS FARMASI : CARA PREPARASI SAMPEL BERBAGAI MATRIKS
Dalam analisis farmasi, terdapat cara preparasi sampel pada berbagai matriks, untuk mengetahui cara preparasinya, silahkan simak penjelesan dibawah ini.
CARA PREPARASI SAMPEL BERBAGAI MATRIKS
Analisis atau pengujian merupakan
suatu proses yang melibatkan penetapan dan pengukuran suatu karakterisktik
bahan yang diuji serta penilaian terhadap suatu karakterikstik bahan yang diuji
serta penilaian terhadap suatu standar terntentu untuk mengevaluasi tingkat
kualitas dari bahan tersebut. Ada dua dasar pertanyaan keingintahuan manusia
dalam melakukan analisis yaitu apa yang ada pada bahan tersebut (kualitatif)
dan berapa banyak bahan tersebut (kuantitatif).
Dalam
tahapan analisis, proses preparasi sampel sangat menentukan akurasi dan presisi
hasil analisis, dimana dengan preparasi sampel mengubah sampel menjadi suatu
bentuk yang adaptif dan sesuai dengan metode pengukuran yang meliputi
pengubahan bentuk (derivatisasi) yang akan meningkatkan detektabilitas
pengukuran sehingga tujuan dari preparasi sampel yaitu :
a. Pemekatan
analit
b. Meningkatkan keterukuran analit melalui perubahan bentuk, reaksi kimia, derivatisasi, agar kompatibel dengan metode analisis yang digunakan
c. Menghilangkan komponen pengganggu analisis melaui pemisahan, clean up, filtrasi, dll.
d. Melindungi instrumen ukur dari kerusakan dan kontaminasi.
Adapun
tahapan dalam analisis meliputi penentuan masalah analisis, pemilihan metode,
pengambilan sampel, penyiapan sampel untuk analisis (preparasi sampel),
perlakuan pemisahan analisis, pengukuran, perhitungan dan pelaporan. Dalam preparasi sampel sangat tergantung pada
jenis sampel, sifat alami analit, kadar analit dan metode pengukuran yang digunakan
akan menjadi tahapan penentu dalam keberhasilan analisis untuk memperoleh
informasi hasil yang baik (akurat dan presesi). Adapun perlakuan umum preparasi
sampel yaitu :
1.
Ekstraksi
Perlakuan
ini bisa dikerjakan dengan berbagai cara, baik secara fisik maupunsecara
kimiawi. Secara fisik dapat dilakukan dengan pengepresan (pengempaan),
penggilingan, pengendapan fisik (kristalisasi), pengendapan
kimiawi(penggumpalan), dan distilasi. Secara kimiawi dilakukan dengan cara
pelarutan dengan pelarut. Metode distilasi merupakan ekstraksi dan pemisahan atas
dasar perbedaan titik uapnya. Distilasi dapat dilakukan dengan cara
sederhana,misalnya distilasi air, distilasi uap, distilasi uap dan air, dapat
pula dilakuan dengan teknik fraksinasi (distilasi fraksinasi), atau distilasi
vakum. Cara ekstraksi lainnyayang relatif merupakan teknologi baru adalah
penggunaan teknik superkritik (supercritical extraction).
2.
Filtrasi
Cara untuk memisahkan dua komponen yang
berbeda sifatnya atau ukurannya melalui sebuah membran permeabel yang poreus.
Filtrasi dapat dilakukan dengan teknik penyaringan. Penyaringan lazim digunakan
untuk memisahkan padatan dancairan yang bercampur menjadi satu dan tidak lazim
untuk memisahkan campuran dua macam cairan yang berbeda berat jenisnya. Dalam
praktek penyaringan dikerjakan dengan menggunakan bahan penyaring yang berupa
membran.
3.
Sentrifugasi
Tujuan utama sentrifugasi adaiah memisahkan
partikel-partikel padatan dari cairan yang bercampur menjadi terpisah satu
dengan yang lainnya. Jadi pada hakekatnya seperti filtrasi, tetapi pemisahan
dengan sentrifugasi didasarkan pada perbedaan berat jenis partikel. Dalam hal
ini gaya sentrifugasi sangat berpengaruh pada hasil. Makin tinggi gaya
sentrifugasi makin teijadi pemisahan dengan baik.
4.
Lisis
Lisis
umumnya dikerjakan untuk merusak atau memecah dinding sel tanaman, hewan,atau
mikroba. Pekerjaan ini dapat dilakukan secara fisik misalnya dengan
penggilingan, penggerusan, atau dengan sonikasi.
5.
Dialisis
Perlakuan ini merupakan teknik pemisahan
dengan menggunakan membran semi- permiabel. Dialisis dapat berfungsi sebagai
penyaring molekuler karena yang dapat melalui membran umumnya adalah melekul
yang ukurannya relatif kecil. Dialisis bekerja atas dasar peristiwa osmosis.
Partikel-partikel (molekul) yang kecil dapat melalui membran sampai terjadi
keseimbangan. Keseimbangan tercapai jika konsentrasi partikel dalam larutan
pada sisi-sisi yang bersebelahan dengan membran sudah mencapai rasio yang
seimbang dengan volume masing-masing larutan.
6.
Inaktivasi
Terdapatnya enzim dapat mengganggu hasil
karena enzim yang masih aktif dapat mengadakan perubahan-perubahan kimiawi.
Misalnya pada elektroforesis, enzim protease dapat menguraikan protein atau
peptida-peptida selama proses elektroforesis berlangsung.
7.
Modifikasi
Kimiawi dan Enzimatik
Perlakuan ini bertujuan untuk mengubah struktur kimiawi sampel untuk suatutujuan tertentu yang memudahkan analisis.
DAFTAR
PUSTAKA
Aulia A.T,
A.U. 2019. Preparasi Sampel Analisis. Jakarta : Universitas Pembangunan
Nasional “Veteran” Jakarta.

0 Response to "ANALISIS FARMASI : CARA PREPARASI SAMPEL BERBAGAI MATRIKS"
Post a Comment