FARMAKOGNOSI : PENGUAPAN PELARUT

https://juwitawhiwi22.blogspot.com/2023/01/farmakognosi-penguapan-pelarut.html

Penguapan ekstraksi bertujuan untuk menguapkan pelarut yang bercampur dengan senyawa aktif terlarut (analit) sehingga membentuk ekstrak yang diperoleh lebih pekat. Adapun kriteria pelarut yang digunakan, antara lain yaitu mudah menguap seperti alcohol, n-heksana, eter, petroleum eter dan metil klorida, memiliki titik didih rendah, sifat pelarut sesuai dengan senyawa yang diekstraksi (polar atau nonpolar), dan tidak melarutkan senyawa yang tidak diinginkan (Nasyanka, Anindi Lupita, dkk. 2020).

2.      Ekstrak dibedakan berdasarkan konsistensinyamenjadi tiga yaitu (Anief, M. 1987):

a.       Ekstrak cair (Extractum liquidum)

 Ekstrak cair adalah ekstrak yang diizinkan kadar air yang besarnya sampai 35% (Van Duin, C.F dan Uffelie, O.F. 1954)

b.       Ekstrak kental (Extractum spissum)

Ekstrak kental adalah ekstrak yang kandungan airnya berjumalh samapai 30%, dimana sediaan yang dilihat dalam keadaan dingin dan tidak dapat dituang. Tingginya kandungan air dapat menyebabkan ketidakstabilan obat karena cemaran bakteri (Voight, 1995).

c.       Ekstrak kering (Extractum siccum)

Ekstrak kering adalah ekstrak yang memiliki kandungan air yang tidak lebih dari 5%, sehingga sediaan memiliki konsistensi kering dan mudah dituang (Voight, 1995)

3.       Pada proses penguapan pelarut saat melakukukan ekstraksi untuk memperoleh jenis ekstak yang diinginkan biasanya digunakan alat bernama Rotary evaporator merupakan salah satu alat yang sering digunakan untuk penguapan, dengan prinsip vakum destilasi, sehingga tekanan akan menurun dan pelarut akan menguap dibawah titik didihnya (Persamaan PV = nRT) (Kristanti, A.N, dkk. 2008).

Pemanasan dilakukan dengan menggunakan penangas air dan dibantu dengan rotavapor yang memutar labu berisi ekstrak, dimana pada proses yang sama juga dilakukan penurunan tekan pada labu agar penguapan terjadi lebih cepat. Pompa vakum digunkan untuk menguapkan larutan agr dapat naik ke kondensor sehingga akan diubah dalam bentuk cair. Ekstrak diletakkan pada labu alas bulat dengan volume 2/3 bagian dari isi labu keseluruhan dan selnjutnya dipanaskan sesuai dengan suhu pelarut dan senyawa yang digunakan. Setelah suhu tercapai, labu alas bulat dipasang pada ujung rotor yang menghubungkan dengan kondensor. Aliran air pendingin dan pimpa vakum dijalankan, lalu rotor diputar dengan kecepatan yang diinginkan (Nasyanka, Anindi Lupita, dkk. 2020).

4.      Dalam melakukan proses evaporasi menggunakan rotavapor, titik didih pelarut ekstrak perlu diperhatikan. berikut ini beberapa pelarut yang digunakan dalamproses ekstraksi :

Pelarut

Titik Didih (°C)

KD (°C.m­-1)

Sikloheksan

80,7

2,023

Kloroform

61,2

4,806

Etil eter

34,6

4,340

Metanol

65

33,620

Benzene

80,1

2, 53

Air

100

80,37

(Adnan, M. 1997) (Sutresna, N. 2006)

5.       Metode dalam penguapan dibagi menjadi enam metode yaitu :

a.       Penguapan sederhana merupakan metode yang dilakukan dalam keadaan suhu kamar, yang umumnya efektif digunakan pada sampel ekstrak yang menggunakan pelarut organik dengan titik didih dibawah 80°C (Sudjaji, 1986).

b.       Penguapan pada tekanan gas yang diturunkan juga dikenal dengan metode rotavapor, karena menggunakan alat rotary evaporator yang memilkik prinsip vakum destilasi yang mengatur suhu dan tekanan agar pelarut dapat menguap dibawah titik didihnya (Sudjaji, 1986).

c.       Penguapan dengan aliran gas (Sudjaji, 1986)

d.       Penguapan beku kering (Freeze-drying) merupakan penguapan yang memanfaatkan metode fenomena sublimasi yaitu sampel ekstrak akan dibekukan, kemidian mengalami sublimasi yang adakn dipisahkan dengan menggunakan pompa vakum. Metode ini, biasa menggunakan pelarut polar karena titik didih yang cukup tinggi (Sudjaji, 1986).

e.       Penguapan dengan vakum deksikator merupakan metode penguapan yang menggunakan vakum deksikator dalam proses penguapan atau pengeringannya dengan sampel senyawa yang bersifat higroskopik atau prosses penghampaan (Sudjaji, 1986).

f.        Penguapan dengan oven merupakan metode penguapan yang menggunakan oven, dimana digunakan pada senyawa organik agar senyawa organik dapat mengalami pengeringan dengan tekanan rendah dan adanya agent penarik air (Sudjaji, 1986).

6.     Berikut bagian-bagian dari alat rotary evaporator dan fungsinya :

                    1. Kondensor berfungsi sebagai alat untuk mendinginkan uap pelarut yang telah menguap.

             2. Glass stopcock yang pada gagangnya dibedakan menjadi menghadap ke depan atau belakang (sistem tertutup) ini berfungsi sebagai posisi standar distilsi, dengan gagang Glass stopcock menghadap keatas menunjukkan bahwa sistem dilepaskan sementara gagang Glass stopcock yang mengadap ke bawah menujukkan pelarut tambahan dapat dimasukkan ke dalam labu evaporasi melalui selang feeding yang tersambung.

                   3. Labu evaporasi atau labu alas bulat  berfungsi sebagai tempat pelarut dan sampel yang akan dipisahkan atau diuapkan.

   4.  water bath berfungsi sebagai tempat untuk memanaskan sampel yang berisikan air dengan suhu yang dapat diatur sesuai kebutuhan.

                   5. Pengatur suhu berfungsi untuk setting suhu yang dapat diatur sesuai keinginan.

                    6. Labu penerima berfungsi untuk tempat pelarut ketika telah diuapkan.

                    7. Penghubung berfungsi menjadi penghubung anatara labu penerima dan kondensor.

                    8. Penyumbat kondensor berfungsi untuk menyumbat kondensor agar uap pelarut tidak keluar.

(BUCHI labortechnik AG. 2019) (Nurmagfirah, N. 2013)

DAFTAR PUSTAKA

Adnan, M. 1997. Teknik Kromatografi untuk Analisis Bahan Makanan. Yogyakarta : Penerbit Andi.

Anief, M. 1987.  Ilmu Meracik Obat : Teori dan Praktik. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.

BUCHI labortechnik AG. 2019. Identifikasi Produk : Panduan Pengoperasian (Asli) Rotavapor® R-100. Tanggerang : BUCHI labortechnik AG

0 Response to "FARMAKOGNOSI : PENGUAPAN PELARUT"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel