LAPORAN LENGKAP HIDROLISIS GARAM

LAPORAN HIDROLISIS GARAM

TUJUAN :

1.      Menentukan sifat garam yang terhidrolisis
2.      Menelusuri senyawa pembentukan garam

B.     WAKTU PENELITIAN : Selasa, 31 januari 2017

C.     LANDASAN TEORI :

Hidrolisis garam adalah reaksi peruraian suatu garam dalam air. Reaksi hidrolisis terjadi antara ion – ion garam (dalam air) dengan air sehingga ion ( + ) dan ion ( - ) dari garam bereaksi dengan air membentuk asam dan basa asalnya. Hidrolisis garam pada dasarnya merupakan reaksi asam basa Bronsted-Lowry.

Pencampuran larutan asam dengan larutan basa akan menghasilkan garam dan air. Namun demikian, garam dapat bersifat asam, basa maupun netral. Sifat garam bergantung pada jenis komponen asam dan basanya. Garam dapat terbentuk dari asam kuat dengan basa kuat, asam lemah dengan basa kuat, asam kuat dengan basa lemah, atau asam lemah dengan basa lemah. Jadi, sifat asam basa suatu garam dapat ditentukan dari kekuatan asam dan basa penyusunnya. Sifat keasaman atau kebasaan garam ini disebabkan oleh sebagian garam yang larut bereaksi dengan air. Proses larutnya sebagian garam bereaksi dengan air ini disebut hidrolisis (hidro yang berarti air dan lisis yang berarti penguraian).

Ada dua macam hidrolisis  :

1.       Hidrolisis parsial / sebagian
(jika garamnya berasal dari asam lemah dan basa kuat atau sebaliknya & pada hidrolisis sebagian hanya salah satu ion saja yang mengalami reaksi hidrolisis, yang lainnya tidak)
            2.      Hidrolisis Total
(jika garamnya berasal dari asam lemah dan basa lemah).
Catatan : garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat tidak mengalami hidrolisis dan bersifat netral.
3.             Nonhidrolisis
Nonhidrolisis adalah garam yang dalam air tidak terhidrolisis.

Akibat adanya hidrolisis garam terhadap air, garam mempunyai 3 sifat, yaitu :netral, asam, dan basa. Pengukuran keasaman suatu garam dapat dilakukan dengan menggunakan kertas lakmus. Garam adalah hasil reaksi antara asam dengan basa. jika suatu garam dilarutkan kedalam air , maka akan  teruarai menjadi ion-ionnya. Ion yang berasal dari asam atau basa lemah akan mengalami hidrolisis menghasilkan H+ atau OH- sehingga larutan garam tersebut dapat bersifat asam atau basa. Adapun ion-ion yang berasal dari basa atau asam kuat tidak mengalami hidrolisis.
Beberapa jenis garam berdasarkan komponen asam basa pembentuknya. Di dalam air garam ini mengalami ionisasi sempurna menjadi anion dan kation.

1.      Garam dari Asam Kuat dengan Basa Kuat

Asam kuat dan basa kuat bereaksi membentuk garam dan air. Kation dan anion garam berasal dari elektrolit kuat yang tidak terhidrolisis, sehingga larutan ini bersifat netral, pH larutan ini sama dengan 7.
Contoh :
-          Larutan KCl berasal dari basa kuat KOH terionisasi sempurna membentuk kation dan anionnya. KOH terionisasi menjadi Hdan Cl- . Masing – masing ion tidak bereaksi dengan air, reaksinya dapat ditulis sebagai berikut.
KCl (aq) → K+(aq) + Cl-(aq)
K+(aq) + H2O(l) → Tidak terjadi reaksi
Cl-(aq) + H2O(l) → Tidak terjadi reaksi

2.       Garam dari Asam Kuat dengan Basa Lemah

Garam yang terbentuk dari asam kuat dengan basa lemah mengalami hidrolisis sebagian (parsial) dalam air. Garam ini mengandung kation asam yang mengalami hidrolisis. Larutan garam ini bersifat asam, pH < 7.
Contoh :
-          Amonium klorida (NH4Cl) merupakan garam yang terbentuk dari asam kuat, HCl dalam basa lemah NH3. HCl akan terionisasi sempurna menjadi H+ dan Cl-sedangkan NH3 dalam larutannya akan terionisasi sebagian membentuk NH4+ dan OH- . Anion Cl- berasal dari asam kuat tidak dapat terhidrolisis, sedangkan kation NH4+ berasal dari basa lemah dapat terhidrolisis.
NH4Cl(aq) → NH4+(aq) + Cl-(aq)
Cl-(aq) + H2O(l) → Tidak terjadi reaksi
NH4+(aq) + H2O(l) → NH3(aq) + H3O+(aq)

Reaksi hidrolisis dari ammonium (NH4+) merupakan reaksi kesetimbangan. Reaksi ini menghasilkan ion oksonium (H3O+) yang bersifat asam (pH < 7). Secara umum reaksi ditulis :
BH+ + H2O → B+ H3O+

3.      Garam dari Asam Lemah dengan Basa Kuat

Garam yang terbentuk dari asam lemah dengan basa kuat mengalami hidrolisis parsial dalam air. Garam ini mengandung anion basa yang mengalami hidrolisis. Larutan garam ini bersifat basa (pH > 7).
Contoh :
-          Natrium asetat (CH3COONa) terbentuk dari asam lemah CH3COOH dan basa kuat NaOH. CH3COOH akan terionisasi sebagian membentuk CH3COO- dan Na+. Anion CH3COO- berasal dari asam lemah yang dapat terhidrolisis, sedankan kation Na+ berasal dari basa kuat yang tidak dapat terhidrolisis.
CH3COONa(aq) → CH3COO-(aq) + Na+(aq)
Na+(aq) + H2O(l) → Tidak terjadi reaksi
CH3COO-(aq) + H2O(l) → CH3COOH(aq) + OH-(aq)
Reaksi hidrolisis asetat (CH3COO-) merupakan reaksi kesetimbangan. Reaksi ini mengahsilkan ion OH- yang bersifat basa basa (pH > 7). Secara umum reaksinya ditulis :
A-  + H2O → HA + OH-

4.      Garam dari Asam Lemah dengan Basa Lemah

Asam lemah dengan basa lemah dapat membentuk garam yang terhidrolisis total (sempurna) dalam air. Baik kation maupun anion dapat terhidrolisis dalam air. Larutan garam ini dapat bersifat asam, basa, maupun netral. Hal ini bergantung dari perbandingan kekuatan kation terhadap anion dalam reaksi dengan air.
Contoh :
-          Suatu asam lemah HCN dicampur dengan basa lemah NH3 akan terbentuk garam NH4CN. HCN terionisasi sebagian dalam air membentuk H+ dan CN- sedangkan NH3 dalam air terionisasi sebagian membentuk NH4+dan OH- . Anion basa CN- dan kation asam NH4+ dapat terhidrolisis di dalam air.
NH4CN(aq) → NH4+(aq) + CN-(aq)
NH4+(aq) + H2O(l) → NH3(aq) + H3O+(aq)
CN-(aq) + H2O(l) → HCN(aq) + OH-(aq)

Sifat larutan bergantung pada kekuatan relative asam dan basa penyusunnya (Ka dan Kb).
-          Jika Ka < Kb (asam lebih lemah daripada basa) maka anion akan terhidrolisis lebih banyak dan larutan bersifat basa.
-          Jika Ka > Kb (asam lebih kuat daripada basa) maka kation akan terhidrolisis lebih banyak dan larutan bersifat asam.
-          Jika Ka = Kb (asam sama lemahnya dengan basa) maka larutan bersifat netral

D.    ALAT DAN BAHAN
Alat
Bahan
1.      Pipet tetes
2.      Pelat tetes
1.      Larutan NaCl
2.      Larutan NH4Cl
3.      Larutan Na2CO3
4.      Larutan CH3COONa
5.      Larutan (NH4)2SO4
6.      Larutan Al2(SO4)3
7.      Larutan MgSO4

E.     CARA KERJA
1)      Siapkan pelat tetes dan letakkan potongan kertas lakmus merah dan lakmus biru pada setiap lekukan
2)      Tetesi kertas lakmus pada lekukan satu dengan larutan NaCl, lekukan dua dengan NH4Cl dan seterusnya sampai semua larutan teruji dengan kertas lakmus
3)      Amati perubahan warna kertas lakmus
F.      HASIL PENGAMATAN
Larutan garam
Basa pembentuk
Asam pembentuk
Sifat
Rumus kimia
Kuat /lemah
Rumus kimia
Kuat/lemah
NaCl
NaOH
Basa kuat
HCl
Asam kuat
Netral
NH4Cl
NH4OH
Basa lemah
HCl
Asam kuat
Asam
Na2CO3
2NaOH-
Basa kuat
H2CO3
Asam lemah
Basa
CH3COONa
NaOH
Basa kuat
CH3COOH
Asam lemah
Basa
(NH4)2SO4
2NH4
Basa lemah
HSO4
Asam kuat
Asam
Al2(SO4)3
Al(OH)3
Basa lemah
HSO4
Asam kuat
Asam
MgSO4
Mg2OH
Basa kuat
H2SO4
Asam kuat
Netral

G.    Bahan Diskusi
1.      Berdasarkan percobaan diatas, kesimpulan apakah yang dapat anda ambil tentang sifat larutan garam di dalam air?
Jawab : Sifat larutan garam dalam air ada tiga macam yaitu netral, basa dan asam. Yang bersifat netral adalah NaCl dan MgSO4 , yang bersifat basa adalah Na2CO3 dan CH3COONa, dan yang bersifat asam adalah Al2(SO4)3 , (NH4)2SO4 dan NH4Cl
2.      Adakah hubungan antara asam dan basa pembentuk garam dengan sifat larutan garam di dalam air? Jelaskan.
Jawab :
Ø  Garam yang berasal dari basa kuat dan asam kuat larutannya dalam air bersifat netral.
Ø  Garam yang berasal dari basa kuat dan asam lemah larutannya dalam air bersifat basa.
Ø  Garam yang berasal dari basa lemah dan asam kuat larutannya dalam air bersifat asam.
H.    PEMBAHASAN
·         Larutan garam NaCl(aq) → Na+(aq) + Cl-(aq)
Reaksi Hidrolisis :
Na+(aq) + H2O(l) → Tidak terjadi reaksi
Cl-(aq) + H2O(l) → Tidak terjadi reaksi
(Tidak terhidrolisis)
                   Ion Na+ dan ion Cl- didalam larutan tidak mengalami reaksi dengan air karena jika dianggap beraksi dengan air, maka ion Na+  akan menghasilkan NaOH yang akan terionisasi kembali menjadi ion Na+. Hal ini disebabkan karena Nayang merupakan basa kuat yang terionisasi sempurna dan ion Cl- akan menghasilkan HCl yang akan terionisasi kembali menjadi ion Cl-. Hal ini disebabkan karena Clyang merupakan asam kuat yang terionisasi sempurna. Kesimpulannya, garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat tidak terhidrolisis. Oleh karena itu, konsentrasi ion H+  dan OH- dalam air tidak terganggu, sehingga besifat netral.
·         Larutan garam NH4Cl (aq) → NH4+ (aq) + Cl- (aq)
Reaksi hidrolisis:
          NH4+ (aq) + H2O      NH4OH(aq) + H+ (aq)
          Cl-(aq) + H2O(l) → Tidak terjadi reaksi
          ( hidrolisis parsial)
Dari kedua ionyang dihasilkan oleh garam tersebut hanya ion NH4yang mengalami hidrolisis, sedangkan Cl- tidak bereaksi dengan air. Jika dianggap beraksi dengan air, maka ion Cl-  akan menghasilkan HCl yang akan terionisasi kembali menjadi ion Cl-. Hidrolisis ini disebut hidrolisis sebagian atau hidrolisis parsal sebab hanya sebagian ion yang mengalami reaksi hidrolisis. Jadi garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah akan terhidrolisis sebagian dan bersifat asam.
·         Larutan garam Na2CO3(aq) → 2Na+(aq) + CO32-(aq)
Reaksi Hidrolisis :
CO32-(aq) + 2H2O(l) → H2CO3(aq) + 2OH-(aq)
2Na+(aq) + H2O(l) → Tidak terjadi reaksi
(Hidrolisis parsial/sebagian)
Dari dua ion yang dihasilakan oleh garam tersebut, hanya ion CO32- yang mengalami hidrolisis, sedangkan ion 2Na+ tidak bereaksi dengan air. Jika dianggap NaOH yang terbentuk akan segera terionisasi menghasilkan ion 2Na+  kembali. Hidrolisis ini jug adisebut hidrolisis sebagian. Jadi, garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat akan terhidrolisis sebagian dan bersifat basa.

·         Larutan garam CH3COONa Na+ + CH3COO-
Reaksi Hidrolisis :
CH3COO-(aq) + H2O(l) → CH3COOH(aq) + OH-(aq)
Na+(aq) + H2O(l) → Tidak terjadi reaksi
(Hidrolisis parsial/sebagian)
Dari dua ion yang dihasilakan oleh garam tersebut, hanya ion CH3COO- yang mengalami hidrolisis, sedangkan ion Na+ tidak bereaksi dengan air. Jika dianggap NaOH yang terbentuk akan segera terionisasi menghasilkan ion Na+  kembali. Hidrolisis ini jug adisebut hidrolisis sebagian. Jadi, garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat akan terhidrolisis sebagian dan bersifat basa.

·         Larutan garam (NH4)2SO4 → 2NH+ SO4 2-
Reaksi Hidrolisis :
2NH4(aq) + H2O(l) → NH4OH(aq) + H+(aq)
SO4 2-aq) + H2O(l) → Tidak terjadi reaksi
(Hidrolisis parsial/sebagian)
Dari kedua ionyang dihasilkan oleh garam tersebut hanya ion 2NH4yang mengalami hidrolisis, sedangkan SO4 2-  tidak bereaksi dengan air. Jika dianggap beraksi dengan air, maka ion SO4 2-  akan menghasilkan H2SO4 2-  yang akan terionisasi kembali menjadi ion SO4 2-. Hidrolisis ini disebut hidrolisis sebagian atau hidrolisis parsal sebab hanya sebagian ion yang mengalami reaksi hidrolisis. Jadi garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah akan terhidrolisis sebagian dan bersifat asam.

·         Larutan garam Al2(SO4)3 →  2Al 3+  + 3SO4 2-
Reaksi Hidrolisis :
2Al 3+  (aq) + H2O(l) →
SO4 2-aq) + H2O(l) → Tidak terjadi reaksi
 (Hidrolisis parsial/sebagian)
                     Dari kedua ionyang dihasilkan oleh garam tersebut hanya ion 2Al 3+   yang mengalami hidrolisis, sedangkan SO4 2-  tidak bereaksi dengan air. Jika dianggap beraksi dengan air, maka ion SO4 2-  akan menghasilkan H2SO4 2-  yang akan terionisasi kembali menjadi ion SO4 2-. Hidrolisis ini disebut hidrolisis sebagian atau hidrolisis parsal sebab hanya sebagian ion yang mengalami reaksi hidrolisis. Jadi garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah akan terhidrolisis sebagian dan bersifat asam.
·         Larutan garam MgSO4 → 2Mg2+ + 2SO42-
Reaksi Hidrolisis :
2SO42--(aq) + H2O(l) → Tidak terjadi reaksi
2Mg2+ (aq) + H2O(l) → Tidak terjadi reaksi
(Hidrolisis parsial/sebagian)
                   Ion 2Mg2+ dan ion 2SO42- didalam larutan tidak mengalami reaksi dengan air karena jika dianggap beraksi dengan air, maka ion 2Mg2+  akan menghasilkan Mg2OH yang akan terionisasi kembali menjadi ion 2Mg2+. Hal ini disebabkan karena 2Mg2+  yang merupakan basa kuat yang terionisasi sempurna dan ion 2SO42- akan menghasilkan H2SO4 yang akan terionisasi kembali menjadi ion 2SO42-. Hal ini disebabkan karena 2SO42-  yang merupakan asam kuat yang terionisasi sempurna. Kesimpulannya, garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat tidak terhidrolisis. Oleh karena itu, konsentrasi ion Hdan OH- dalam air tidak terganggu, sehingga besifat netral.

I.        KESIMPULAN

1.      Sifat larutan garam tergantung pada kekuatan relatif asam dan basa penyusunnya.
2.      Hidrolisis garam adalah reaksi antara komponen garam yang berasal dari asam atau basa lemah dengan  air.
3.      Hidrolisis parsial adalah hidrolisis yang terjadi pada garam yang terbentuk dari asam kuat-basa lemah atau asam lemah-basa kuat.
4.      Garam dari asam kuat dan basa lemah mengalami hidrolisis parsial, larutannya bersifat asam.
5.      Garam dari asam lemah dan basa kuat mengalami hidrolisis parsial dan larutannya bersifat basa.
6.      Hidrolisis total adalah hidrolisis yang terjadi pada garam yang terbentuk dari asam lemah-basa lemah.
7.      Garam dari asam lemah dan basa lemah mengalami hidrolisis total, sifat larutannya tergantung pada harga Ka asam dan Kb basa pembentuknya.
8.      Garam dalam air akan terurai membentuk kation dan anion seperti dari asam basa semulanya.
9.      Garam bersifat basa karena dalam reaksi menghasilkan ion OH-.
10.  Garam bersifat asam karena dalam reaksi menghasilkan ion H+.

DAFTAR PUSTAKA


Purba, Michael.2007.KIMIA UNTUK SMA KELAS XI 2A SEMESTER 1. Jakarta: Erlangga

2 Responses to "LAPORAN LENGKAP HIDROLISIS GARAM"

  1. terimakasih kak seasaltuyu22 atas contoh laporan hidrolisis garamnya. sangat membantu

    ReplyDelete
  2. keren banget kak, laporan hidrolisis garam nya lengkap dan jelas

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel