LAPORAN LENGKAP HIDROLISIS GARAM
Thursday, November 23, 2017
2 Comments
LAPORAN HIDROLISIS GARAM
TUJUAN :
1. Menentukan
sifat garam yang terhidrolisis
2. Menelusuri
senyawa pembentukan garam
B.
WAKTU PENELITIAN : Selasa, 31 januari 2017
C.
LANDASAN TEORI :
Hidrolisis garam adalah reaksi peruraian suatu garam dalam air. Reaksi hidrolisis terjadi antara ion – ion garam (dalam air) dengan air sehingga ion ( + ) dan ion ( - ) dari garam bereaksi dengan air membentuk asam dan basa asalnya. Hidrolisis garam pada dasarnya merupakan reaksi asam basa Bronsted-Lowry.
Pencampuran larutan asam dengan larutan basa akan menghasilkan garam dan
air. Namun demikian, garam dapat bersifat asam, basa maupun netral. Sifat garam
bergantung pada jenis komponen asam dan basanya. Garam dapat terbentuk dari
asam kuat dengan basa kuat, asam lemah dengan basa kuat, asam kuat dengan basa
lemah, atau asam lemah dengan basa lemah. Jadi, sifat asam basa suatu garam
dapat ditentukan dari kekuatan asam dan basa penyusunnya. Sifat keasaman atau
kebasaan garam ini disebabkan oleh sebagian garam yang larut bereaksi dengan
air. Proses larutnya sebagian garam bereaksi dengan air ini disebut hidrolisis
(hidro yang berarti air dan lisis yang berarti penguraian).
Ada dua macam hidrolisis :
1.
Hidrolisis parsial / sebagian
(jika garamnya berasal dari asam lemah dan basa kuat atau sebaliknya &
pada hidrolisis sebagian hanya salah satu ion saja yang mengalami reaksi
hidrolisis, yang lainnya tidak)
2. Hidrolisis
Total
(jika garamnya berasal dari asam lemah dan basa lemah).
Catatan : garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat tidak mengalami
hidrolisis dan bersifat netral.
3.
Nonhidrolisis
Nonhidrolisis adalah
garam yang dalam air tidak terhidrolisis.
Akibat adanya
hidrolisis garam terhadap air, garam mempunyai 3 sifat, yaitu :netral, asam, dan
basa. Pengukuran keasaman suatu garam dapat dilakukan dengan menggunakan kertas
lakmus. Garam adalah hasil reaksi antara asam dengan basa. jika suatu garam
dilarutkan kedalam air , maka akan
teruarai menjadi ion-ionnya. Ion yang berasal dari asam atau basa lemah
akan mengalami hidrolisis menghasilkan H+ atau OH- sehingga larutan garam
tersebut dapat bersifat asam atau basa. Adapun ion-ion yang berasal dari basa
atau asam kuat tidak mengalami hidrolisis.
Beberapa jenis garam berdasarkan komponen asam basa pembentuknya. Di dalam
air garam ini mengalami ionisasi sempurna menjadi anion dan kation.
1. Garam dari
Asam Kuat dengan Basa Kuat
Asam kuat dan basa kuat bereaksi membentuk garam dan air. Kation dan anion
garam berasal dari elektrolit kuat yang tidak terhidrolisis, sehingga larutan
ini bersifat netral, pH larutan ini sama dengan 7.
Contoh :
- Larutan
KCl berasal dari basa kuat KOH terionisasi sempurna membentuk kation dan
anionnya. KOH terionisasi menjadi H+ dan Cl- .
Masing – masing ion tidak bereaksi dengan air, reaksinya dapat ditulis sebagai
berikut.
KCl (aq) → K+(aq) +
Cl-(aq)
K+(aq) + H2O(l) →
Tidak terjadi reaksi
Cl-(aq) + H2O(l) →
Tidak terjadi reaksi
2.
Garam dari Asam Kuat
dengan Basa Lemah
Garam yang terbentuk
dari asam kuat dengan basa lemah mengalami hidrolisis sebagian (parsial) dalam
air. Garam ini mengandung kation asam yang mengalami hidrolisis. Larutan garam
ini bersifat asam, pH < 7.
Contoh :
- Amonium
klorida (NH4Cl) merupakan garam yang terbentuk dari asam kuat, HCl
dalam basa lemah NH3. HCl akan terionisasi sempurna menjadi H+ dan
Cl-sedangkan NH3 dalam larutannya akan terionisasi
sebagian membentuk NH4+ dan OH- .
Anion Cl- berasal dari asam kuat tidak dapat terhidrolisis,
sedangkan kation NH4+ berasal dari basa lemah dapat
terhidrolisis.
NH4Cl(aq) → NH4+(aq) +
Cl-(aq)
Cl-(aq) + H2O(l) →
Tidak terjadi reaksi
NH4+(aq) + H2O(l) →
NH3(aq) + H3O+(aq)
Reaksi hidrolisis dari ammonium (NH4+)
merupakan reaksi kesetimbangan. Reaksi ini menghasilkan ion oksonium (H3O+)
yang bersifat asam (pH < 7). Secara umum reaksi ditulis :
BH+ + H2O → B- + H3O+
3. Garam dari
Asam Lemah dengan Basa Kuat
Garam yang terbentuk dari asam lemah dengan basa kuat
mengalami hidrolisis parsial dalam air. Garam ini mengandung anion basa yang
mengalami hidrolisis. Larutan garam ini bersifat basa (pH > 7).
Contoh :
- Natrium
asetat (CH3COONa) terbentuk dari asam lemah CH3COOH dan
basa kuat NaOH. CH3COOH akan terionisasi sebagian membentuk CH3COO- dan
Na+. Anion CH3COO- berasal dari asam
lemah yang dapat terhidrolisis, sedankan kation Na+ berasal
dari basa kuat yang tidak dapat terhidrolisis.
CH3COONa(aq) → CH3COO-(aq) +
Na+(aq)
Na+(aq) + H2O(l) →
Tidak terjadi reaksi
CH3COO-(aq) + H2O(l) →
CH3COOH(aq) + OH-(aq)
Reaksi hidrolisis
asetat (CH3COO-) merupakan reaksi kesetimbangan. Reaksi
ini mengahsilkan ion OH- yang bersifat basa basa (pH > 7).
Secara umum reaksinya ditulis :
A- + H2O → HA
+ OH-
4. Garam dari
Asam Lemah dengan Basa Lemah
Asam lemah dengan basa lemah dapat membentuk garam
yang terhidrolisis total (sempurna) dalam air. Baik kation maupun anion dapat
terhidrolisis dalam air. Larutan garam ini dapat bersifat asam, basa, maupun
netral. Hal ini bergantung dari perbandingan kekuatan kation terhadap anion
dalam reaksi dengan air.
Contoh :
- Suatu
asam lemah HCN dicampur dengan basa lemah NH3 akan terbentuk
garam NH4CN. HCN terionisasi sebagian dalam air membentuk H+ dan
CN- sedangkan NH3 dalam air terionisasi
sebagian membentuk NH4+dan OH- . Anion
basa CN- dan kation asam NH4+ dapat
terhidrolisis di dalam air.
NH4CN(aq) →
NH4+(aq) + CN-(aq)
NH4+(aq) + H2O(l) →
NH3(aq) + H3O+(aq)
CN-(aq) + H2O(l) →
HCN(aq) + OH-(aq)
Sifat larutan
bergantung pada kekuatan relative asam dan basa penyusunnya (Ka dan Kb).
- Jika
Ka < Kb (asam lebih lemah daripada basa) maka anion akan terhidrolisis lebih
banyak dan larutan bersifat basa.
- Jika Ka >
Kb (asam lebih kuat daripada basa) maka kation akan terhidrolisis lebih banyak
dan larutan bersifat asam.
- Jika Ka = Kb
(asam sama lemahnya dengan basa) maka larutan bersifat netral
D.
ALAT DAN BAHAN
|
Alat
|
Bahan
|
|
1. Pipet
tetes
2. Pelat
tetes
|
1.
Larutan NaCl
2.
Larutan NH4Cl
3.
Larutan Na2CO3
4.
Larutan CH3COONa
5.
Larutan (NH4)2SO4
6.
Larutan Al2(SO4)3
7.
Larutan MgSO4
|
E.
CARA KERJA
1) Siapkan
pelat tetes dan letakkan potongan kertas lakmus merah dan lakmus biru pada
setiap lekukan
2) Tetesi
kertas lakmus pada lekukan satu dengan larutan NaCl, lekukan dua dengan NH4Cl
dan seterusnya sampai semua larutan teruji dengan kertas lakmus
3) Amati
perubahan warna kertas lakmus
F.
HASIL PENGAMATAN
|
Larutan
garam
|
Basa
pembentuk
|
Asam
pembentuk
|
Sifat
|
||
|
Rumus
kimia
|
Kuat
/lemah
|
Rumus
kimia
|
Kuat/lemah
|
||
|
NaCl
|
NaOH
|
Basa
kuat
|
HCl
|
Asam
kuat
|
Netral
|
|
NH4Cl
|
NH4OH
|
Basa
lemah
|
HCl
|
Asam
kuat
|
Asam
|
|
Na2CO3
|
2NaOH-
|
Basa
kuat
|
H2CO3
|
Asam
lemah
|
Basa
|
|
CH3COONa
|
NaOH
|
Basa
kuat
|
CH3COOH
|
Asam
lemah
|
Basa
|
|
(NH4)2SO4
|
2NH4
|
Basa
lemah
|
H2SO4
|
Asam
kuat
|
Asam
|
|
Al2(SO4)3
|
Al(OH)3
|
Basa
lemah
|
H2SO4
|
Asam
kuat
|
Asam
|
|
MgSO4
|
Mg2OH
|
Basa
kuat
|
H2SO4
|
Asam
kuat
|
Netral
|
G.
Bahan Diskusi
1. Berdasarkan
percobaan diatas, kesimpulan apakah yang dapat anda ambil tentang sifat larutan
garam di dalam air?
Jawab : Sifat larutan garam dalam air ada
tiga macam yaitu netral, basa dan asam. Yang bersifat netral adalah NaCl dan
MgSO4 , yang bersifat basa adalah Na2CO3
dan CH3COONa,
dan yang bersifat asam adalah Al2(SO4)3
, (NH4)2SO4
dan NH4Cl
2. Adakah
hubungan antara asam dan basa pembentuk garam dengan sifat larutan garam di
dalam air? Jelaskan.
Jawab :
Ø Garam
yang berasal dari basa kuat dan asam kuat larutannya dalam air bersifat netral.
Ø Garam
yang berasal dari basa kuat dan asam lemah larutannya dalam air bersifat basa.
Ø Garam
yang berasal dari basa lemah dan asam kuat larutannya dalam air bersifat asam.
H.
PEMBAHASAN
·
Larutan garam NaCl(aq) → Na+(aq)
+ Cl-(aq)
Reaksi Hidrolisis :
Na+(aq) + H2O(l)
→ Tidak terjadi reaksi
Cl-(aq) + H2O(l)
→ Tidak terjadi reaksi
(Tidak terhidrolisis)
Ion Na+ dan ion Cl-
didalam larutan tidak mengalami reaksi dengan air karena jika dianggap
beraksi dengan air, maka ion Na+ akan menghasilkan NaOH yang akan terionisasi
kembali menjadi ion Na+. Hal ini disebabkan karena Na+ yang merupakan basa kuat yang
terionisasi sempurna dan ion Cl- akan menghasilkan HCl yang akan
terionisasi kembali menjadi ion Cl-. Hal ini disebabkan karena Cl- yang merupakan asam kuat yang
terionisasi sempurna. Kesimpulannya, garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat tidak
terhidrolisis. Oleh karena itu, konsentrasi ion H+ dan OH- dalam air tidak
terganggu, sehingga besifat netral.
·
Larutan garam NH4Cl (aq) → NH4+
(aq) + Cl- (aq)
Reaksi hidrolisis:
NH4+ (aq) + H2O NH4OH(aq) + H+ (aq)
Cl-(aq) + H2O(l) → Tidak terjadi
reaksi
( hidrolisis parsial)
Dari kedua ionyang
dihasilkan oleh garam tersebut hanya ion NH4+ yang mengalami hidrolisis, sedangkan Cl-
tidak bereaksi dengan air. Jika dianggap beraksi dengan air, maka ion Cl-
akan menghasilkan HCl yang akan
terionisasi kembali menjadi ion Cl-. Hidrolisis ini disebut hidrolisis
sebagian atau hidrolisis parsal sebab hanya sebagian ion yang mengalami reaksi
hidrolisis. Jadi garam yang berasal dari
asam kuat dan basa lemah akan terhidrolisis sebagian dan bersifat asam.
·
Larutan
garam Na2CO3(aq) → 2Na+(aq) +
CO32-(aq)
Reaksi
Hidrolisis :
CO32-(aq) +
2H2O(l) → H2CO3(aq) + 2OH-(aq)
2Na+(aq) +
H2O(l) → Tidak terjadi reaksi
(Hidrolisis parsial/sebagian)
Dari dua ion
yang dihasilakan oleh garam tersebut, hanya ion CO32- yang mengalami hidrolisis,
sedangkan ion 2Na+ tidak bereaksi dengan air. Jika dianggap NaOH
yang terbentuk akan segera terionisasi menghasilkan ion 2Na+ kembali. Hidrolisis ini jug adisebut
hidrolisis sebagian. Jadi, garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat akan terhidrolisis sebagian dan bersifat basa.
·
Larutan garam CH3COONa
→ Na+ + CH3COO-
Reaksi
Hidrolisis :
CH3COO-(aq) + H2O(l) →
CH3COOH(aq) + OH-(aq)
Na+(aq) +
H2O(l) → Tidak terjadi reaksi
(Hidrolisis parsial/sebagian)
Dari dua ion
yang dihasilakan oleh garam tersebut, hanya ion CH3COO- yang mengalami hidrolisis, sedangkan
ion Na+ tidak bereaksi dengan air. Jika dianggap NaOH yang terbentuk
akan segera terionisasi menghasilkan ion Na+ kembali. Hidrolisis ini jug adisebut
hidrolisis sebagian. Jadi, garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat akan terhidrolisis sebagian dan bersifat basa.
·
Larutan
garam (NH4)2SO4 → 2NH4 + SO4 2-
Reaksi
Hidrolisis :
2NH4(aq) + H2O(l) →
NH4OH(aq) + H+(aq)
SO4 2-aq) + H2O(l) →
Tidak terjadi reaksi
(Hidrolisis parsial/sebagian)
Dari kedua ionyang
dihasilkan oleh garam tersebut hanya ion 2NH4+ yang mengalami hidrolisis, sedangkan SO4
2- tidak bereaksi
dengan air. Jika dianggap beraksi dengan air, maka ion SO4 2- akan menghasilkan H2SO4 2-
yang akan terionisasi kembali
menjadi ion SO4 2-. Hidrolisis ini disebut hidrolisis
sebagian atau hidrolisis parsal sebab hanya sebagian ion yang mengalami reaksi
hidrolisis. Jadi garam yang berasal dari
asam kuat dan basa lemah akan terhidrolisis sebagian dan bersifat asam.
·
Larutan
garam Al2(SO4)3 → 2Al 3+ + 3SO4 2-
Reaksi
Hidrolisis :
2Al 3+ (aq) +
H2O(l) →
SO4
2-aq) + H2O(l) →
Tidak terjadi reaksi
(Hidrolisis parsial/sebagian)
Dari kedua ionyang
dihasilkan oleh garam tersebut hanya ion 2Al 3+ yang mengalami
hidrolisis, sedangkan SO4 2-
tidak bereaksi dengan air. Jika dianggap beraksi dengan air, maka
ion SO4 2- akan
menghasilkan H2SO4 2- yang akan terionisasi kembali menjadi ion SO4
2-. Hidrolisis ini disebut hidrolisis sebagian atau hidrolisis
parsal sebab hanya sebagian ion yang mengalami reaksi hidrolisis. Jadi garam yang berasal dari asam kuat dan basa
lemah akan terhidrolisis sebagian dan bersifat asam.
·
Larutan
garam MgSO4 → 2Mg2+
+ 2SO42-
Reaksi Hidrolisis :
2SO42--(aq) + H2O(l) →
Tidak terjadi reaksi
2Mg2+ (aq) + H2O(l) →
Tidak terjadi reaksi
(Hidrolisis parsial/sebagian)
Ion 2Mg2+
dan ion 2SO42- didalam
larutan tidak mengalami reaksi dengan air karena jika dianggap beraksi dengan
air, maka ion 2Mg2+ akan menghasilkan Mg2OH
yang
akan terionisasi kembali menjadi ion 2Mg2+.
Hal ini disebabkan karena 2Mg2+ yang merupakan basa kuat
yang terionisasi sempurna dan ion 2SO42- akan
menghasilkan H2SO4
yang akan terionisasi kembali menjadi ion 2SO42-.
Hal ini disebabkan karena 2SO42- yang merupakan asam kuat
yang terionisasi sempurna. Kesimpulannya, garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat tidak
terhidrolisis. Oleh karena itu, konsentrasi ion H+ dan OH- dalam air tidak
terganggu, sehingga besifat netral.
I.
KESIMPULAN
1. Sifat
larutan garam tergantung pada kekuatan relatif asam dan basa penyusunnya.
2. Hidrolisis
garam adalah reaksi antara komponen garam yang berasal dari asam atau basa
lemah dengan air.
3. Hidrolisis
parsial adalah hidrolisis yang terjadi pada garam yang terbentuk dari asam
kuat-basa lemah atau asam lemah-basa kuat.
4. Garam
dari asam kuat dan basa lemah mengalami hidrolisis parsial, larutannya bersifat
asam.
5. Garam
dari asam lemah dan basa kuat mengalami hidrolisis parsial dan larutannya
bersifat basa.
6. Hidrolisis
total adalah hidrolisis yang terjadi pada garam yang terbentuk dari asam
lemah-basa lemah.
7. Garam
dari asam lemah dan basa lemah mengalami hidrolisis total, sifat larutannya
tergantung pada harga Ka asam dan Kb basa pembentuknya.
8. Garam dalam air akan terurai membentuk kation dan anion
seperti dari asam basa semulanya.
9. Garam
bersifat basa karena dalam reaksi menghasilkan ion OH-.
10. Garam
bersifat asam karena dalam reaksi menghasilkan ion H+.
DAFTAR PUSTAKA
http://erisa11.blogspot.co.id/2015/02/laporan-praktikum-hidrolisis-garam.html (Rabu, 11 Februari 2015 PUKUL 18:59)
http://nyemania.blogspot.co.id/2014/04/laporan-praktikum-hidrolisis-garam.html (Selasa, 26 april 2016 )
http://rakilmupengetahuan.blogspot.co.id/2015/03/laporan-kimia-hidrolisis-garam.html (Maret 2015 pukul 06:09)
Purba,
Michael.2007.KIMIA UNTUK SMA KELAS XI 2A SEMESTER 1. Jakarta: Erlangga

terimakasih kak seasaltuyu22 atas contoh laporan hidrolisis garamnya. sangat membantu
ReplyDeletekeren banget kak, laporan hidrolisis garam nya lengkap dan jelas
ReplyDelete