TEKNOLOGI FARMASI : Sediaan Cair dan Semi Padat
berikut merupakan contoh soal teknologi sediaan cair dan semipadat :
1. Mencari cara mengecilkan ukuran partikel (menggunakan alat apa dan prinsip kerjanya)
Jawaban:
Ukuran
partikel memilki peran utama dalam penyerapan obat, sehingga pengecilan ukuran
partikel digunakan dengan tujuan untuk meningkatkan penyerapan sejumlah obat
yang sulit larut (1). Dalam pengecilan ukuran partikel dapat dilakukan dengan
cara manual dengan digerus di dalam mortir, maupun menggunakan alat milling yaitu
dengan ball mill, grinder atau blender yang tergantung
kakterisktik bahannya (2).
Pada
proses milling, memiliki prinsip
mekanisme kerja dengan memecah partikel dengan cara kompresi, benturan dan
gesekan, dan pemotongan yang merupakan metode utama untuk mencapai pengurangan
ukuran partikel. Dala proses milling sifat senyawa juga perlu
diperhatikan seprti kekerasan, kerapuha, dan ketangguhan retak yang akan
mempengaruhi kinerja dari dry milling dan slurry milling (2).
2. Cari
klasifikasi higroskopisitas, serta beri contoh zat aktifnya?
Jawaban:
Higroskopisitas adalah sebuah istilah
yang dikaitkan dengan penyerapan, dengan makna jumlah yang diperoleh atau
keaddan air yang cukup untuk mempengaruhi sifat fisik atau kimia suatu zat (2).
Dalam klasifikasi higroskopisitas dibagi menjadi 4 kategori yaitu :
1. Tidak
higroskopis
Suatu bahan dikatakan tidak higroskopik,
jika diketahui pada RH dibawah 90% tidak mengalami peningkatan kadar air (2).
Misalnya pada alitame dan calcium lactate (3)
2. Agak
higroskopis
Suatu bahan dikatakan agak higroskopik,
jika diketahui RH dibawah 80% tidak mengalami peningkatan kadar air atau
kelembabannya dan dengan kelembaban yang kurang dari 40% akan mengalami
peningkatan kelemababan pada RH 80% setelah 1 minggu (2). Misalnya pada
copovidone (3)
3. Cukup
higroskopis
Suatu bahan dikatakan cukup higroskopik,
jika diketahui kadar air meningkat pada RH dibawah 60% menjadi kurang dari 5%
dan kadar air meningkat pada RH diatas 80% menjadi kurang dari 50% setelah 1
minggu (2). Misalnya pada Xylitol (3).
4. Sangat
higroskopis
Suatu bahan dikatakan sangat higroskopik,
jika diketahui RH serendah 40%-50% kadar air meningkat cukup besar (2).
Misalnya pada Aluminium oxide, crospovidone, dan calcium acetate (3)
3. Mengapa
pengujian kelarutan dilakukan pada suhu 2-8°C, Kenapa bukan dalam suhu kamar?
Jawaban:
Pengaruh suhu dalam uji kelarutan dapat mempengaruhi kestabilan suatu zat, dimana pada suhu tinggi dapat terjadi dekomposisi zat (terurai) yang menyebabkan menurunnya stabilitas obat. Sehingga pada suhu 2-8°C tidak terjadi peruraian yang dapat merusak kestabilan zat aktif (4).
DAFTAR PUSTAKA
(1) Bestrai,
Angi Nadya., Sulaiman, T.N Saifullah., dan Purnamasari, Dita Ayu. Pengaruh
pengecilan Ukuran Partikel pada Kaus Pembuatan Pulveres dari Tablet Ibuprofen
terhadap Kecepatan dan Profil Disolusi serta stabilitasnya. Jurnal Masalah
Farmaseutik : 13 (1). 2017. ISSM-e : 2614-0063.
(2) Swarbrick,
James., et.al. Encyclopedia of Pharmaceutical Technology. Thirth
Edition. Caroline North : LLC. 2007
(3) Rowe,
Raymond C. Et.al. Handbook of Pharmaceutical Exipient 6th edition.
UK: Pharmaceutical Press.2009
(4) Utomo,
Primideta Putra. Pengaruh Waktu Penyimpanan Larutan Oral Nutraceutical
Ekstrak Bunga Delima Merah (Pucina garatum L.) terhadap Perubahan Hambatan
Pertumbuhan Staphylcoccus aureus (In Vitro). Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.
2017.

0 Response to "TEKNOLOGI FARMASI : Sediaan Cair dan Semi Padat "
Post a Comment