TEKNOLOGI FARMASI : Sediaan Cair dan Semi Padat

https://juwitawhiwi22.blogspot.com/2023/01/teknologi-farmasi-sediaan-cair-dan-semi_2.html

berikut merupakan contoh soal teknologi sediaan cair dan semipadat :

1.      Mencari cara mengecilkan ukuran partikel (menggunakan alat apa dan prinsip kerjanya)

Jawaban:

Ukuran partikel memilki peran utama dalam penyerapan obat, sehingga pengecilan ukuran partikel digunakan dengan tujuan untuk meningkatkan penyerapan sejumlah obat yang sulit larut (1). Dalam pengecilan ukuran partikel dapat dilakukan dengan cara manual dengan digerus di dalam mortir, maupun menggunakan alat milling yaitu dengan ball mill, grinder atau blender yang tergantung kakterisktik bahannya (2).

Pada proses milling,  memiliki prinsip mekanisme kerja dengan memecah partikel dengan cara kompresi, benturan dan gesekan, dan pemotongan yang merupakan metode utama untuk mencapai pengurangan ukuran partikel. Dala proses milling sifat senyawa juga perlu diperhatikan seprti kekerasan, kerapuha, dan ketangguhan retak yang akan mempengaruhi kinerja dari dry milling dan  slurry milling (2).

2.      Cari klasifikasi higroskopisitas, serta beri contoh zat aktifnya?

Jawaban:

Higroskopisitas adalah sebuah istilah yang dikaitkan dengan penyerapan, dengan makna jumlah yang diperoleh atau keaddan air yang cukup untuk mempengaruhi sifat fisik atau kimia suatu zat (2). Dalam klasifikasi higroskopisitas dibagi menjadi 4 kategori yaitu :

1.      Tidak higroskopis

Suatu bahan dikatakan tidak higroskopik, jika diketahui pada RH dibawah 90% tidak mengalami peningkatan kadar air (2). Misalnya pada alitame dan calcium lactate (3)

2.      Agak higroskopis

Suatu bahan dikatakan agak higroskopik, jika diketahui RH dibawah 80% tidak mengalami peningkatan kadar air atau kelembabannya dan dengan kelembaban yang kurang dari 40% akan mengalami peningkatan kelemababan pada RH 80% setelah 1 minggu (2). Misalnya pada copovidone  (3)

3.      Cukup higroskopis

Suatu bahan dikatakan cukup higroskopik, jika diketahui kadar air meningkat pada RH dibawah 60% menjadi kurang dari 5% dan kadar air meningkat pada RH diatas 80% menjadi kurang dari 50% setelah 1 minggu (2). Misalnya pada Xylitol (3).

4.      Sangat higroskopis

Suatu bahan dikatakan sangat higroskopik, jika diketahui RH serendah 40%-50% kadar air meningkat cukup besar (2). Misalnya pada Aluminium oxide, crospovidone, dan calcium acetate (3)

3.      Mengapa pengujian kelarutan dilakukan pada suhu 2-8°C, Kenapa bukan dalam suhu kamar?

Jawaban:

Pengaruh suhu dalam uji kelarutan dapat mempengaruhi kestabilan suatu zat, dimana pada suhu tinggi dapat terjadi dekomposisi zat (terurai) yang menyebabkan menurunnya stabilitas obat. Sehingga pada suhu 2-8°C tidak terjadi peruraian yang dapat merusak kestabilan zat aktif (4).

DAFTAR PUSTAKA

(1)  Bestrai, Angi Nadya., Sulaiman, T.N Saifullah., dan Purnamasari, Dita Ayu. Pengaruh pengecilan Ukuran Partikel pada Kaus Pembuatan Pulveres dari Tablet Ibuprofen terhadap Kecepatan dan Profil Disolusi serta stabilitasnya. Jurnal Masalah Farmaseutik : 13 (1). 2017. ISSM-e : 2614-0063.

(2)  Swarbrick, James., et.al. Encyclopedia of Pharmaceutical Technology. Thirth Edition. Caroline North : LLC. 2007

(3)  Rowe, Raymond C. Et.al. Handbook of Pharmaceutical Exipient 6th edition. UK: Pharmaceutical Press.2009

(4)  Utomo, Primideta Putra. Pengaruh Waktu Penyimpanan Larutan Oral Nutraceutical Ekstrak Bunga Delima Merah (Pucina garatum L.) terhadap Perubahan Hambatan Pertumbuhan Staphylcoccus aureus (In Vitro).  Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta. 2017.


0 Response to "TEKNOLOGI FARMASI : Sediaan Cair dan Semi Padat "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel