FITOMEDISIN : TANAMAN YANG DAPAT DIGUNAKAN DALAM PENGOBATAN INFLUENZA

https://juwitawhiwi22.blogspot.com/2023/01/tugasfitomedisin-tanaman-yang-dapat.html

TANAMAN YANG DAPAT DIGUNAKAN DALAM PENGOBATAN INFLUENZA

Influenza merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus myxovirus yang mudah menular dengan cara melalui bersin, batuk, atau bercakap-cakap dengan penderita. Penyakit ini tidak bisa disembuhkan, namun  penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya jika kondisi badan penderita membaik (fit). Adapun gejala dari penyakit ini dapat bervariasi tergantung dari ketahan tubuh seperti demam, batuk, pilek, bersin dan mata berair. Selain itu, gejala lain juga dapat timbul seperti pegal linu otot dan tulang (Nashrullah, A dkk. 2013).

Orang yang menderita flu disarankan banyak beristirahat, meminum banyak cairan seperti air minum, dan bila perlu mengkonsumsi obat-obatan untuk meredakan gejala yang mengganggu. Adapun komponen zat aktif obat flu umumnya terdapat senyawa analegesik dan antipiretik, antihistamin, dekongestan hidung, ekspektoran dan mukolitk, stimulan dan antitusif (Gitawati, R. 2014). Selain dari komsumsi obat-obatan, terdapat beberapa tanaman yangdipercayai memiliki khasiat dalam mengurangi gejala flu yang mengganggu yaitu sebagai berikut.


1.      Sambiloto (Andrographis paniculata Nees)


Sambiloto (Andrographis paniculata Nees) merupakan tumbuhan perdu yang edektif digunakn dalam pengobatan tradisional Asia. Tumbuhan dikenal sebagai raja pahit karena rasanya yang sangat pahit. Dalam sambiloto, fitokonstituen bioaktif utama yang ditemukan pada bagian daun sambiloto ialah andrographolide, yang telah dilaporkan memiliki berbagai aktivitas biologis seperti antiinflamasi, agregasiplateket, hepatoprotektif, dan anti-HIV. Selain itu, dalam suatu jurnal juga telah dibahas bahwa hasil penelitian in vitro menunjukkan bahwa sambiloto efektif dalam melawan virus flu burung A (H9N2 dan H5N1) dan influenza A H1N1 manusia dengan memblokir pengikatan hemaglutinin virus ke sel atau dengan menghambar virus H1N1 yang diinduksi kematian sel (Gaur, P. dkk. 2018).

Dosis senyawa Andrographolide untuk meredakan common cold yang merupakan salah satu gelaja flu yaitu sebesar 60 mg/hari dan pada anak-anak sebesar 30 mg/hari yang diberikan selama 10 hari. Sedangkan dosis sambiloto yang berupa tanaman kasar (Crude plant) sebesar 3-6 gram. Adapun Cara penggunaan sambiloto cukup bervariasi salah satu cara yaitu dengan mengambil daun sambiloto segar sebanyak 1 genggam tangan kemudian ditumbuk dan ditambahkan ½ cangkir air matang lalu saring dan siap diminum. Cara yang lain yaitu sebanyak 3 gram tanaman kering sambiloto atau 25 gram bahan segar direbus dan diminum 2 kali/hari sebelum makan. Penggunaan herbal sambiloto akan efektif digunakan selama 3-5 hari setelah gejala awal muncul (Maulana, Eka R. dan Diana, Taofik R. 2016).

2.      Echinacea purpurea

Echinacea purpurea atau the purple coneflowers merupakan tanaman asli amerika utara, tanaman secara tradisional dalam infeksi pernafasan seperti obat influenza, luka dan peradangan lainnya. Tanaman ini dikenal sebagai imostimulan dengan target fungsi umun spesifik dan khususnya nonspesifik. Adapun perannya dalam sistem imun spesifik ialah meningkatkan proliferasi magrofaq, fagostosis, sekresi interferon, TNF dan IL-1. Sedangkan peranannya dalam sistem imun spesifik ialah aktivasi komponen jalur komplemen, meningkatkan kadar atau aktivitas limfosit T dan sel NK. Kandungan senyawa bioaktif utama dari Echinacea purpurea yaitu polisakarida (heteroxylan dan arabinogalaktan), alkilamida (isobutilamida) dan Fenolik (turunan asam  caffeic seperti asam chicoric) (Hobbs C. 1996).

DAFTAR PUSTAKA

Bergner P. 1997. The healing power of echinacea and goldenseal. California: Prima publishing,

Gitawati, R. 2014. Bahan Aktif dalam Kombinasi Obat Flu dan batukiPilek dan Pemilihan Obat Flu yang Rasional. Media Litbangkes. Vol. 24 (1).

Hobbs C. 1996. Echinacea. The Immune Herb!. 2nd ed. Santa Cruz :Botanic Press.

Maulana, Eka R. dan Diana, Taofik R. 2016. Terapi Herbaldan Alternatif pada Flu Ringan atauISPA non-spesifik. Majalah farmasetika, Vol. 1 (2).

Nashrullah, A dkk. 2013. Pemodelan Sirs Untuk Penyakit Influenza Dengan Vaksinasi Pada Populasi Manusia Tak Konstan. UNNES Journal of Mathematics. Vol. 2 (1).

Gaur, P. dkk. 2018. Pharmacological and Clinical Effects of Andrographis paniculata. Int. J. Life Sci. Scienti. Res. 4(4): 1889-1896.

0 Response to "FITOMEDISIN : TANAMAN YANG DAPAT DIGUNAKAN DALAM PENGOBATAN INFLUENZA"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel