Herbal Indonesia untuk Pencegahan Infeksi Virus SARS-CoV-2
Herbal Indonesia untuk Pencegahan Infeksi
Virus SARS-CoV-2
Dalam swamedikasi terkait
Infeksi Virus SARS-CoV-2, pemilihan dan penggunaan obat tanpa resep seorang
individu hanya untuk penyakit dengan kondisi ringan-sedang dengan tujuan untuk
menghilangkan gejala yang diderita pasien. Pada infeksi Virus SARS-CoV-2 atau
sering disebut penyakit Covid-19, gejala yang diderita pasien adalah gejala
yang mirip dengan flu seperti batuk, demam dan lebih parahnya adalah gangguan
pernafasan yang dapat beresiko menimbulkan kematian (Zou et al., 2020). Walau
gejala antara penyakit Covid-19 dan Flu sama, ternyata SARS-CoV-2 tidak
memiliki enzim neuraminidase seperti virus influenza sehingga sisi aktif obat tidak
berikatan pada protein spike 1 (S1) seperti pada SARS-CoV, melainkan berikatan pada
3CLpro (PDB ID: 6LU7) SARS-CoV-2 yang memiliki kemiripan struktur pusat aktif
dengan enzim neuraminidase pada virus influenza, dengan inhibitor N3 sebagai
kontrol positif efek penghambatannya (Zhang and Yap, 2004; Li, 2016; Tan et
al., 2020).
Penggunaan obat tradisional
untuk infeksi virus SARS-CoV-2, hanyalah untuk memperbaiki gejala dan
meningkatkan kualitas hidup pasien Covid-19. Pengobatan herbal diharapkan dapat
menurunkan frekuensi batuk, produksi sputum, demam, kelelahan dan diare. Selain
itu, pengobatan herbal diharapkan dapat meningkatkan imunitas tubuh dan tidak
memiliki efek samping yang berbahaya bagi pasien (Ang et al., 2020). Salah
satu ramuan tanaman obat untuk meningkatkan daya tahan tubuh yaitu sebagai
berikut (Widyanata, Komang A.J. dkk., 2020):
|
Bahan |
: |
Kunyit: 1 ruas ibu jari Lengkuas: 1 ruas ibu jari Jeruk nipis: 1 buah Air: 3 cangkir Gula merah: secukupnya |
|
Cara Pembuatan |
: |
Cuci bersih semua bahan, kunyit danlegkuas
digeprek. Kemudian rebus ari hingga mendidih, kecilkan api dan masukkan semua
bahan, tunggu kira-kira hingga setengahnya dan matikan, saring dalam keadaan
dingin. |
|
Cara Pemakaian |
: |
Ramuan diminum 2 kali sehari |
Dari ramuan diatas penggunaannya, untuk infeksi virus
SARS-CoV-2 hanyalah untuk memperbaiki gejala dan meningkatkan kualitas hidup
pasien Covid-19. Pengobatan herbal diharapkan dapat menurunkan frekuensi batuk,
produksi sputum, demam, kelelahan dan diare. Selain itu, pengobatan herbal diharapkan
dapat meningkatkan imunitas tubuh dan tidak memiliki efek samping yang
berbahaya bagi pasien (Ang et al., 2020).

Menurut
Utomo, R.Y. dkk., (2020), Curcuma sp., Citrus sp., Alpinia galanga,
Caesalpinia sappan berpotensi dalam menghambat perkembangan SARS-CoV-2 yang
dapat dikonsumsi dalam kehidupan sehari-hari sebagai profilaksis gejala ringan
Covid-19. Pada table 1. Dapat dilihat bahwa senyawa curcumin pada Curcuma
sp., senyawa hesperidin pada Citrus sp., senyawa Galangin
pada Alpinia galanga, dan senyawa brazilin pada Caesalpinia
sappan memiliki energi interaksi yang lebih tinggi pada Main Protease
3CLpro (PDB ID: 6LU7) jika dibandingkan dengan Lopinavir yang dijadikan sebagai
pembanding (Utomo, R.Y. dkk. 2020). Sehingga ramuan tersebut diperkirakan
berpotensi sebagai ramuan yang efektif dalam mengatasi infeksi penyakit
SARS-CoV-2. Namun, masih perlu pengkajian yang lebih mendalam terkait tepat
dosis, tepat pasien, tepat pemilihan obat, tepat informasi dan tepat cara dan
lama pemberian ramuan yang dibutuhkan dalam penggunaan Kunyit, Lengkuas dan
Jeruk nipis agar dapat diperoleh efek farmakologi yang diinginkan dan dapat
terhindar dari kesalahan pemberian ramuan dan efek samping penggunaan ramuan.
Daftar Pustaka
Ang, L., et al. 2020. Herbal Medicine for the
Management of COVID-19 During the Medical Observation Period: A Review of
Guidelines. Integrative Medicine Research, 9, 1-5.
Li, F. .2016. Structure, Function, and Evolution of
Coronavirus Spike Proteins. Annu Rev Virology. pp. 1–25.
Utomo, R.Y. dkk. 2020. Revealing the Potency of Citrus
and Galangal Constituents to Halt SARS-CoV-2 Infection. Creative Commons CC
BY License.
Tan, Q. et al. 2020. Is oseltamivir suitable for
fighting against COVID-19: In silico assessment, in vitro and retrospective
study. Bioorganic chemistry.
Widyanata, Komang J.A., dkk. 2020. Pemanfataan Tanaman
Obat Keluarga (TOGA) di Masa Pademi Covid-19. Denpasar: Jayapangus press.
Zhang, X.W. and Yap, Y.L. 2004. The 3D structure
analysis of SARS-CoV S1 protein reveals a link to influenza virus neuraminidase
and implications for drug and antibody discovery. Journal of Molecular
Structure: THEOCHEM, 681(1–3), pp. 137–141.
Zou, L. et al. 2020. SARS-CoV-2 Viral Load in
Upper Respiratory Specimens of Infected Patients. New England Journal of
Medicine, pp. 1–3.
0 Response to "Herbal Indonesia untuk Pencegahan Infeksi Virus SARS-CoV-2"
Post a Comment