Presisi, presisi repeatabilitas, presisi intermediat dan reproducibilitas
Jelaskan apa yang dimaksud dengan presisi, presisi
repeatabilitas, presisi intermediat dan reproducibilitas?
JAWABAN
Salah satu parameter validasi
metode analisis ialah presisi. Presisi (keseksamaan/ketelitian) merupakan
derajat kesesuaian dari sekelompok hasil pengujian secara individual, yang
dilakukan jika suatu metode analisis yang digunakan berulang terhadap sampel.
Pada pengukuran presisi harus dilakukan dengan dua parameter yaitu :
1.
Presisi
Repeatabilitas (Keterulangan)
Presisis repeatabilitas adalah perbedaan maksimum yang
dapat terjadi antara dua hasil metode analisis secara berulang dengan sampel
dan kondisi yang sama.
Repeatabilitas suatu metode analisis sebaiknya diukur menggunakan peralatan
dan operator yang sama dalm waktu yang berdekatan. Berdasarkan ICH,
repeatabilitas dilakukan dengan minimal 6 kali pengujian yang diukur pada 100%
dari konsentrasi target atau minimal 9 kali pengujian dengan mengukur suatu
seri konsentrasi. Contohnya : pengujian yang dilakuakn dalam 3 konsentrasi
berbeda dengan 3 replikasi untuk masing-masing konsentrasi. Adapun rumus
pengukuran presisi didasarkan pada perhitungan relative standard deviation (RSD),
dimanan niali RSD yang dapat diterima biasanya <2% untuk senyawa kimia dan
untuk senyawa biologis, alam dan makanan dapat bervariasi hingga 20%.
%RSD =
×100%
2.
Presisi
Intermediate
Presisi intermediate adalah perbedaan hasil metode
analisa yang mungkin terjadi pada proses pengukuran dalam jangka panjang, dengan desain pengujian
yang dibuat dengan sedemikian rupa hingga setiap efek yang timbulkan oleh
perbedaan variabel dapat diperhitungkan, adapun variabelnya dapat berupa
operator, instrument, merek reagen, dan waktu. Pada presisis intermediet,
metode HPLC dapat diukur dengan menggunakan 2 instrumet HPLC oleh 2 analisis
dengan konsentrasi berbeda yang akan diukur yaitu 50%, 100% dan 150% yang
sesuai dengan range pengujian.
Hasil
presisi intermediet ini diperoleh dari nilai mean dan RSD, dimana antara dua
sistem dan analisi tersebut dihitung dari nilai masing-masing mean pada
konsentrasi 50%, 100% dan 150% dengan hasil ≤2,0% yang diperoleh dikatakan
telah memenuhi kriteria.
Selain
dari kedua parameter presisi diatas, terdapat pula presisi reproduktabilitas
yang merunut ICH telah mewakili presisi yang diperoleh dari laboratorium yang
berbeda, dimana nilai presisi reproduktabilitas diguanakan untuk
meyakinkan suatu metode analisi dapat digunakan pada berbagai laboratorium.
Metode analisis reproduksibiitas ini ditentukan dengan menganalisis hasil
beberapa sampel pada laboratorium berbeda serta kondisi operasional dan
lingkungan yang berbeda pula, namun parameter metode yang digunakan serupa. Adapun
faktor-faktor yang mempengaruhi presisi reproduksibilitas yaitu
a.
Temperatur
dan kelembaban ruangan
b.
Pengalaman
dan ketelitian operator
c.
Umur
atau kondisi peralatan
d.
Variasai
dalam pengukuran seperti pH, laju fase gerak dan lain sebagainya
e.
Bahan,
pelarut, reagen dari suplier atau batch yang berbeda.
0 Response to "Presisi, presisi repeatabilitas, presisi intermediat dan reproducibilitas"
Post a Comment